Lolos Nominasi Lomba Toga Nasional

0
394
BIKIN BANGGA: Ketua Tim Penggerak PKK Banyuwangi Ny. Ipuk Fiestiandani (dua dari kanan) dalam sebuah acara.

BANGOREJO – Warga Banyuwangi patut berbangga. Sebab PKK Banyuwangi bisa masuk nominasi enam besar lomba 10 program PKK se-Indonesia tahun ini. Lomba 10 program PKK dengan 18 kategori itu diikuti oleh 400 Kota dan Kabupaten se-Indonesia. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka hari kesatuan gerak PKK dan bulan bakti gotong royong masyarakat serta hari keluarga tahun 2012.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dari 400 kota dan kabupaten yang menjadi peserta, terpilih 6 nominasi. Salah satunya Kabupaten Banyuwangi yang masuk pada kategori pemanfaatan hasil tanaman obat keluarga (toga) tingkat nasional. Lusa kemarin (24/3) bertempat di Balai Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, tim penilaian lomba pemanfaatan toga melakukan peninjauan.

Tim penilai tersebut didampingi oleh PKK Provinsi Jawa Timur, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko, dan tim penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi. Dalam acara tersebut, Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko mengapresiasi kerja keras warga Desa Kebondalem dan para perangkat desanya. Sehingga masuk dalam nominasi tingkat nasional.

“Saya yakin Banyuwangi mulai bangkit dengan kerja keras masyarakatnya untuk mengharumkan Banyuwangi di tingkat nasional,” kata Wabup Yusuf, seraya berharap PKK Kabupaten Banyuwangi terus bersinergi dengan Pemkab untuk mensejahterakan masyarakat.

Hal senada juga disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi, Ny. Ipuk Fiestiandani, S.Psi. Menurut istri Bupati Abdullah Azwar Anas tersebut, keberhasilan Kabupaten Banyuwangi masuk dalam nominasi tingkat nasional merupakan hasil kerja keras semua pihak.

Khususnya kerja keras dari masyarakat, tim penggerak PKK, serta Pemkab Banyuwangi. “Ini keberhasilan kita semua. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada warga Desa Kebondalem dan Pemkab Banyuwangi,’’ kata Ny Dani. Selain itu, Ny. Dani Azwar Anas, juga menjelaskan, untuk mensukseskan dan menggerakkan masyarakat agar membudidayakan tanaman toga, tim penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi telah melakukan MoU dengan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Banyuwangi.

“Dalam MoU tersebut, Dinas Pertanian memberikan penyuluhan kepada kelompok wanita tani dan buruh serta bantuan bibit tanaman sayuran, buah dan toga“ imbuhnya. Sementara itu, Ketua Tim penilai lomba toga tingkat nasional, Susi Subekti mengharapkan antusiasme warga untuk menanam toga tidak hanya karena adanya penilaian lomba tingkat nasional.

Namun lebih dari itu, karena adanya kesadaran dari para warga sendiri. “Saya liat dari jalan masuk desa banyak warga menanam tanaman toga, semoga keguyuban ini tidak hanya terjadi sekarang tapi karena kesadaran masyarakat akan kebutuhan tanaman obat,” harapannya. Tim penilai pemanfaatan tanaman toga tersebut terdiri dari dokter, TP PKK Pusat, perwakilan Kementerian Kesehatan, dan pakar tanaman herbal. (radar)