Bupati Tinjau Lapang Tanaman Hortikultura Kualitas Ekspor

0
388
BANTUAN: Bupati Anas menyerahkan bantuan peralatan pengolahan saos tomat kepada Ketua Kelompok Tani Jambe Arum, Imam Baihaqi.
SEMPU–Hasil budidaya tanaman hortikultura yang dikembangkan petani di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, mampu menembus pasaran luar negeri. Kesuksesan itu menarik perhatian Bupati Banyuwangi, H. Abdullah Azwar Anas, MSi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Rabu sore (7/3), Bupati Anas didampingi Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko dan jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpida) Banyuwangi, mengunjungi lokasi budi daya hortikultura tersebut. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwnagi Ipuk Fiestiandani dan jajarannya, ikut serta. Tak ketinggalan, Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan, Ikrori Hudanto.

Sebagai wujud apresiasi terhadap hasil karya petani tersebut, Bupati Anas bersama Forpida dan rombongan menyempatkan diri terjun ke sawah. Bupati meninjau tanaman hortikultura milik petani. Namun sebelum terjun ke sawah, bupati menyempatkan diri berdialog dengan kelompok tani Jambe Arum, pimpinan Imam Baihaqi. Dialog dilakukan di bawah tenda yang dirikan di jalan kampung menuju persawahan.

Bupati Anas juga menyerahkan santunan kepada siswa berprestasi yang kurang mampu. Tidak hanya itu, bupati juga memberikan bantuan peralatan pengolahan saos tomat kepada kelompok tani Jambe Arum. Saat dialog dengan bupati, Ketua Kelompok Tani Jambe Arum, Imam Baihaqi menuturkan, saat ini kelompoknya tengah serius menjadikan tomat sebagai bidang garapannya.

Dia juga menyebutkan, kelompok tani Jambe Arum yang berdiri sejak tahun 1987 telah resmi menjalin kontrak dengan PT ABC. Khusus untuk penyediaan tomat sebagai bahan baku pembuatan saos tomat. Kontrak itu dilakukan sejak tahun 1994 hingga sekarang.

Pria yang akrab disapa Beqi itu juga menyebutkan, sebanyak 1.500 orang telah diserap sebagai tenaga kerja untuk mengawinkan bunga tomat (polinasi). “Keuntungan yang kita raih untuk perolehan pendapatan kotor saja, dalam 1 tahun bisa mencapai angka Rp 218 miliar,” sebutnya. Untuk menyikapi anomali cuaca yang berubah-ubah serta serangan hama, lanjut Beqi, akhirnya digunakan teknik green house atau net house (rumah jaring).

“Ke depan Pak Bupati yang kami hormati, kita berharap Sempu bisa menjadi Kota Batu (Malang, Red) kedua,” harapnya, yang disambut aplaus hadirin. Menanggapi harapan Beqi yang mewakili petani, Bupati Anas menyampaikan rasa terima kasihnya atas keguyuban masyarakat Jambewangi.

Bupati mengaku sengaja membawa rombongan jajaran Pemkab dan Forpida, karena ingin melihat secara langsung hasil kerja keras petani Sempu. “Saya juga akan bekerja keras membangun kerja sama dengan perbankan, agar bisa mem-back up penuh kebutuhan modal petani di sini,” janji bupati, yang disambut tepuk tangan petani.

Dalam kesempatan itu, bupati tidak banyak memberikan kata sambutan. Sebab, Bupati Anas ingin segera turun ke sawah bersama Forpida. “Setelah ini, kita akan lihat langsung lokasi tanaman hortikultura di sawah. Pak Kapolres, Pak Dandim, dan Pak Kajari ikut semua. Rasanya adem lihat tanaman di sawah,” kata Bupati Anas sambil tersenyum.

Usai acara ramah-tamah dan dialog, bupati dan rombongan langsung menuju lokasi tanam hortikultura yang tidak jauh dari lokasi dialog. Mereka juga diajak para ibu polinator (yang mengawinkan bunga tomat) untuk melakukan kastrasi atau penyunatan pada bunga sebelum dilakukan penyerbukan (polinasi) pada keesokan harinya. Serbuk sari yang digunakan adalah serbuk sari khusus yang dikirim oleh PT East West Seed Indonesia. (radar)

Loading...

[AWPCPRANDOMLISTINGS limit=1]