Bupati Tinjau Lapang Tanaman Hortikultura Kualitas Ekspor

0
444
BANTUAN: Bupati Anas menyerahkan bantuan peralatan pengolahan saos tomat kepada Ketua Kelompok Tani Jambe Arum, Imam Baihaqi.
SEMPU–Hasil budidaya tanaman hortikultura yang dikembangkan petani di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, mampu menembus pasaran luar negeri. Kesuksesan itu menarik perhatian Bupati Banyuwangi, H. Abdullah Azwar Anas, MSi.

Rabu sore (7/3), Bupati Anas didampingi Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko dan jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpida) Banyuwangi, mengunjungi lokasi budi daya hortikultura tersebut. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwnagi Ipuk Fiestiandani dan jajarannya, ikut serta. Tak ketinggalan, Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan, Ikrori Hudanto.

Sebagai wujud apresiasi terhadap hasil karya petani tersebut, Bupati Anas bersama Forpida dan rombongan menyempatkan diri terjun ke sawah. Bupati meninjau tanaman hortikultura milik petani. Namun sebelum terjun ke sawah, bupati menyempatkan diri berdialog dengan kelompok tani Jambe Arum, pimpinan Imam Baihaqi. Dialog dilakukan di bawah tenda yang dirikan di jalan kampung menuju persawahan.

Bupati Anas juga menyerahkan santunan kepada siswa berprestasi yang kurang mampu. Tidak hanya itu, bupati juga memberikan bantuan peralatan pengolahan saos tomat kepada kelompok tani Jambe Arum. Saat dialog dengan bupati, Ketua Kelompok Tani Jambe Arum, Imam Baihaqi menuturkan, saat ini kelompoknya tengah serius menjadikan tomat sebagai bidang garapannya.

Dia juga menyebutkan, kelompok tani Jambe Arum yang berdiri sejak tahun 1987 telah resmi menjalin kontrak dengan PT ABC. Khusus untuk penyediaan tomat sebagai bahan baku pembuatan saos tomat. Kontrak itu dilakukan sejak tahun 1994 hingga sekarang.

Loading...

Pria yang akrab disapa Beqi itu juga menyebutkan, sebanyak 1.500 orang telah diserap sebagai tenaga kerja untuk mengawinkan bunga tomat (polinasi). “Keuntungan yang kita raih untuk perolehan pendapatan kotor saja, dalam 1 tahun bisa mencapai angka Rp 218 miliar,” sebutnya. Untuk menyikapi anomali cuaca yang berubah-ubah serta serangan hama, lanjut Beqi, akhirnya digunakan teknik green house atau net house (rumah jaring).

Lanjutkan Membaca : 1 | 2