sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia memiliki makna berbeda bagi para pelajar di Banyuwangi. Di tengah semarak aneka perlombaan bernuansa merah putih, para siswa juga merasakan “kemerdekaan” baru, yakni terbebas dari kekhawatiran soal asupan gizi berkat hadirnya program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Putri, siswi SMPN 2 Banyuwangi, menjadi salah satu pelajar yang merasakan manfaat nyata program MBG. Setiap Senin hingga Jumat, ia bersama teman-temannya menikmati menu bergizi lengkap dari komponen 4 sehat 5 sempurna di sekolahnya. “Makanannya selalu bervariasi setiap hari. Hari ini (Kamis, 28/8), menunya telur puyuh dan sayur. Ada pula susu dan buah jeruk. Rasanya enak dan bikin kenyang, jadi lebih semangat belajar,” ujar siswi kelas 9 tersebut.
Di SMAN 1 Glagah, Reva, siswi kelas 12, juga menyambut antusias program yang digulirkan oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut. “Biasanya saya harus membawa bekal sendiri, tapi sekarang sudah ada makanan gratis di sekolah. Rasanya senang sekali, apalagi menunya lengkap dari lauk-pauk, sayuran, hingga buah,” kata dia.
Keberhasilan MBG di Banyuwangi tak lepas dari peran dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di Glagah, Blimbingsari, Banyuwangi, dan beberapa kecamatan lain. Ribuan porsi makanan sehat diproduksi setiap hari.
Yudia Prananta Wardhana, salah satu mitra penyedia layanan dapur MBG yang berada di Kecamatan Licin menyebutkan bahwa setiap hari lebih dari 3.500 porsi didistribusikan ke sekolah-sekolah. “Menu MBG selalu berbeda, mengombinasikan karbohidrat, protein, vitamin, lemak, dan mineral sesuai kebutuhan gizi. Kami berharap program unggulan Presiden Prabowo ini bisa mencetak generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif,” ujarnya.
Sementara itu, Dafi Azka, Kepala Dapur SPPG yang ada di Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi, menambahkan pihaknya sudah mendistribusikan MBG ke tujuh sekolah, mulai TK, SD, dan SMP. “Harapan kami, MBG bukan hanya soal makan gratis, tapi juga semangat baru bagi siswa. Ke depan, porsi akan ditingkatkan bertahap hingga 3.000 porsi per hari,” jelasnya.
Bagi para siswa, MBG menjadi simbol kemerdekaan baru merdeka dari gizi buruk, sekaligus merdeka dalam meraih cita-cita. “Menu yang kami sajikan selalu seimbang, sesuai konsep 4 sehat 5 sempurna. Ada nasi, lauk bergizi, susu, hingga buah. Semua demi memastikan generasi muda tumbuh sehat,” tambah Dafi.
Di usia ke 80 tahun Kemerdekaan RI, MBG hadir sebagai jawaban atas tantangan bangsa menyiapkan generasi emas 2045. Karena sejatinya, kemerdekaan tidak hanya dimaknai dengan bebas dari penjajahan, tetapi juga bebas dari ancaman buruknya gizi generasi muda. (cw6/sgt)
Sumber: Jawa Pos Radar Banyuwangi