Melihat Pedang Rasulullah di Istana Topkapi

0
1420
Direktur JP Rasa Samsudin Adlawi berdiri di depan pintu gerbang kedua Istana Topkapi.

Dua belas jam duduk di dalam pesawat, pantat rasanya panas. Dan pegal. Begitu turun dari bandara Ataturk di Istanbul, Turki, lelah langsung lenyap dibawa terbang suhu 17 derajat yang menyambut. Sejuk sekali.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BERKUNJUNG ke-Turki di akhir musim gugur seperti sekarang warna Turki menjadi keemasan. Dedaunan di taman kota mulai menghijau. Dimulai dari bandara Turki, saya bersama rombongan pimpinan Jawa Pos Radar akan menyusuri beberapa kota bersejarah. Jaraknya cukup juauuuh 2.800 km!

Akan kami tempuh dalam tujuh hari. Tidak apa-apa. Sudah telanjur sampai di Turki. Negeri yang memiliki 85 ribu masjid. Sekali melangkah, pantang surut ke belakang. Meski, tentu saja, akan sangat melelahkan.

Dari bandara kami mampir dulu ke Warung Nusantara. Sarapan. Menikmati nasi gurih, mi, telur dadar, dan ayam bumbu bali. Sambil melihat lalu lalang trem. Kemudian lanjut ke benteng kuno. Sepanjang 22,5 km. Namanya Benteng Konstantinopel. Dibangun abad ke-5.

Meski hari Sabtu, jalanan Istanbul tetap tidak sepi. Sebab, di Istanbul ada tiga juta lebih mobil. Setelah sejam menyusuri jalanan Istanbul, sampai ke tujuan pertama: Topkapi. Istana di Turki yang paling ramai dikunjungi wisatawan. Dibangun oleh Sultan Muhammad Alfatih. Sultan yang terkenal dengan sebutan Sultan Mehmet II itu merupakan penakluk Istanbul dari kekuasaan Konstantinopel.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Baca :
BMKG Banyuwangi Keluarkan Peringatan Dini Ombak Laut Selatan