Memaknai Kepindahan Pemain Persewangi

0
275

SUDAH tiga pemain yang meninggalkan Persewangi. Mereka adalah David Ariyanto, Modestus Indra Setiawan, dan Ilham Sadat. Meski alasan kepindahan mereka tidak dijelaskan manajemen Persewangi, namun publik sudah bisa membaca.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Hengkangnya mereka dari Bumi Blambangan tidak bisa dilepaskan dari persoalan finansial yang saat ini melilit Laskar Blambangan. Tertunggaknya empat bulan gaji plus belum beresnya persekot kontrak semua pemain menjadi alasan paling realistis terkait kepindahan ketiga pemain tersebut. Bukan tidak mungkin langkah mereka akan diikuti pemainpemain lainnya. Pasalnya, hingga saat ini, manajemen belum menyelesaikan seluruh hak-hak pemain.

Kepindahan David, Modestus, dan Ilham seolah menjadi preseden buruk bagi manajemen Persewangi. Langkah yang mereka ambil mencerminkan bahwa petinggi Laskar Blambangan sudah tidak mampu lagi memenuhi hakhak mereka. Umumnya para pemain profesional, mereka akan terus bertahan jika di klub lamanya tersedia jaminan masa depan. Tidak saja menyangkut besarnya dukungan penonton, tetapi yang lebih penting adalah kejelasan pembayaran gaji dan kontrak dan manajemen.

Jika saja manajemen mampu memenuhi gaji mereka, maka dipastikan pemain tersebut akan tetap bertahan. Sebaliknya, pemain yang memutuskan meninggalkan klub lamannya, umumnya karena di klub yang dibelanya sudah tidak ada yang bisa diharapkan. Suasana tim tidak kondusif, minimnya jumlah penonton, ketidakjelasan pembayaran gaji, plus adanya tawaran yang lebih tinggi, memungkinkan pemain melirik klub lain. Karena itu, klub seperti Persewangi yang notebene tergolong klub paling miskin di kancah Divisi Utama PSSI, membuat pemain enggan bertahan. Satu-satunya pilihan adalah pindah.

Baca :
Wagub Bali Peringati Saraswati Bareng Umat Hindu di Banyuwangi

Bakn mustahil, selama beberapa hari ke depan, Persewangi kembali akan ditinggalkan para pemain pilarnya. Turun membela Persewangi menghadapi lawan-lawannya memang sebuah kewajiban bagi pemain Persewangi. Namun, bukankah memberi makan keluarga lebih wajib? Karena itu, meninggalkan Persewangi merupakan pilihan paling tepat untuk mencari sumber penghidupan lain. (radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2