Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Mengintip Keindahan Pantai Pulau Santen, Destinasi Wisata Eksotis di Banyuwangi

mengintip-keindahan-pantai-pulau-santen,-destinasi-wisata-eksotis-di-banyuwangi
Mengintip Keindahan Pantai Pulau Santen, Destinasi Wisata Eksotis di Banyuwangi

detik.com

Banyuwangi

Pesona ujung timur Pulau Jawa memang tidak bisa dilepaskan dari deretan pantai yang menghadap langsung ke arah matahari terbit. Lanskap pesisir dengan latar belakang Pulau Bali selalu menjadi magnet tersendiri bagi para pemburu spot Instagramable maupun penikmat suasana pagi hari.

Pantai Pulau Santen menjadi salah satu titik terbaik menikmati panorama tersebut dengan suasana yang lebih asri berkat keberadaan hutan mangrove dan pohon santen yang khas. Selain pemandangan yang memukau, kawasan ini juga memiliki latar belakang sejarah yang menambah nilai eksotisnya sebagai destinasi wisata.

Jejak Sejarah Pulau Santen

Dikutip dari jurnal berjudul “Mengintip Wisata Syariah di Pulau Santen Banyuwangi” yang ditulis M Amir Mahmud dan Muhammad Endy Fadlullah, jauh sebelum nama “Pulau Santen” melekat, kawasan ini dikenal dengan nama Tanjung Pakem atau “Pakem”.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lokasinya yang strategis di ujung timur Karangrejo menjadikannya pintu masuk penting menuju bumi Blambangan di masa lalu. Bahkan, area ini sempat dimanfaatkan oleh prajurit Bugis dan Bali sebagai akses masuk.

Wisatawan bermain ayunan di tepi Pantai Pulau Santen, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (12/10/2025). Kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional tercatat naik dari 3,9 persen pada 2023 menjadi 4 persen pada 2024, dan ditargetkan mencapai 8 persen pada 2029. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/tom.Wisatawan bermain ayunan di tepi Pantai Pulau Santen, Banyuwangi Foto: ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

Saking strategisnya, VOC sampai mendirikan benteng pengawas di lokasi ini pada Agustus 1774. Di bawah arahan arsitek Baas d’Exter, benteng berbahan kayu jati ini dibangun melibatkan 200 tenaga kerja. Fungsi utamanya kala itu adalah memantau lalu lintas kapal yang melintas di Selat Bali.

Tidak hanya urusan militer, Tanjung Pakem dulunya merupakan satu kesatuan dengan Pelabuhan Boom yang menjadi denyut nadi ekonomi Banyuwangi. Berbagai komoditas penting seperti beras, rempah-rempah, hingga kayu dikirim dari titik ini. Kawasan ini juga sempat menjadi jalur penyeberangan utama menuju Bali.

Namun, wajah kawasan ini mulai berubah pada awal abad ke-20 karena faktor alam. Terjadi sedimentasi atau pendangkalan laut yang cukup parah, sehingga kapal-kapal besar tak bisa lagi bersandar.

Akibatnya, aktivitas pelabuhan perlahan mati. Jalur penyeberangan akhirnya dipindahkan ke Ketapang, sementara aktivitas perdagangan bergeser ke Tanjung Wangi.

Awal Mula Nama Pulau Santen

Lantas, dari mana nama Pulau Santen berasal? Identitas baru ini mulai muncul sekitar tahun 1965-an. Saat itu, masyarakat setempat yang mayoritas nelayan asal Madura mulai masif menanam pohon santen (Kibatalia arborea) di area pantai hingga savana.

Pantai Pulau Santen BanyuwangiWisatawan di Pantai Pulau Santen Banyuwangi Foto: (Ardian Fanani/detikcom)

Pohon ini ternyata punya banyak manfaat bagi warga lokal. Getahnya dipercaya ampuh mengobati mata merah akibat air laut, sedangkan daunnya kerap dijadikan pakan ternak. Karena pohon ini tumbuh subur dan mendominasi lanskap kawasan tersebut, nama Tanjung Pakem pun perlahan pudar dan masyarakat lebih mengenalnya sebagai “Pulau Santen”.

Meski hanya berjarak 2 kilometer dari pusat kota Banyuwangi, Pulau Santen sempat mengalami masa isolasi. Dulunya, warga harus menggunakan perahu hanya untuk mengambil air bersih atau menyeberang ke daratan utama.

Aksesibilitas mulai membaik secara signifikan di era Bupati Samsul Hadi (2000-2005) lewat pembangunan jembatan permanen dan instalasi air bersih. Wajah Pulau Santen kemudian semakin modern pada awal 2017. Di masa kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas, infrastruktur kembali diperbarui seiring dengan penataan ulang kawasan ini menjadi destinasi wisata.

Daya Tarik Pantai Pulau Santen

Selain keindahan pantainya yang memanjakan mata, Pantai Pulau Santen memiliki daya tarik tersendiri yang menjadi pesona khas wisata ini. Kumpulan pohon Santen yang menjadi sebab penamaan Pulau Santen, memberikan nuansa pantai yang asri dan pemandangan hijau yang khas dibanding pantai-pantai lainnya.

Pantai Pulau Santen BanyuwangiSuasana di Pantai Pulau Santen Banyuwangi Foto: (Ardian Fanani/detikcom)

Selain itu, terdapat jembatan dengan pemandangan yang eksotis yang menghubungkan daratan Desa Karangrejo dengan Pulau Santen. Dilansir dari laman Sidita Disbudpar, tampak dari jembatan terdapat sungai berarus tenang yang mengalir sepanjang 2 km lebih dan dikelilingi mangrove berusia lima sampai 10 tahun lebih.

Di tengah muara sungai terdapat sebuah delta yang membentuk pulau mangrove kecil yang menambah keindahan perjalanan menuju Pantai Pulau Santen. Pantai Pulau Santen juga memiliki aktivitas yang khas yang menjadi budaya nelayan lokal, seperti kegiatan jaring tarik.

Cara tradisional menangkap ikan secara berkelompok dengan memasang jaring panjang dari pantai ke laut menggunakan perahu kemudian jaring ditarik secara bersama-sama oleh beberapa orang dari bibir pantai.

Selain itu, ada juga aktivitas masyarakat mencari kerang remis di pantai, kegiatan mencari kerang kijing di muara sungai, sampai pada pengolahan ikan ataupun kerang menjadi aneka kuliner laut yang lezat.

Aktivitas kehidupan keseharian masyarakat pesisir Pulau Santen ini merupakan pemandangan yang sangat indah dan menarik bahkan sangat eksotis. Itulah kesejatian alam Pulau Santen dan kehidupan masyarakat nelayan yang tinggal di dalamnya yang membedakan dengan pantai-pantai yang lain.

Budaya yang terus berjalan di kalangan masyarakat lokal membuat Pantai Pulau Santen tetap hidup hingga kini. Dengan keindahan alamnya yang eksotis, menambah pengalaman wisata alam yang sejuk dan menenangkan. Tertarik untuk mengunjungi Pantai Pulau Santen?

Artikel ini ditulis Muhammad Faishal Haq, peserta magang PRIMA Kemenag di detikcom.

20D

(ihc/irb)