Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Nama Tol Probowangi Resmi Diubah Jadi Tol Prosiwangi, Ini Alasan Perubahan Nama yang Dinilai Lebih Adil

nama-tol-probowangi-resmi-diubah-jadi-tol-prosiwangi,-ini-alasan-perubahan-nama-yang-dinilai-lebih-adil
Nama Tol Probowangi Resmi Diubah Jadi Tol Prosiwangi, Ini Alasan Perubahan Nama yang Dinilai Lebih Adil

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Perubahan nama jalan tol Probowangi menjadi Tol Prosiwangi (Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi) mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan.

Salah satunya datang dari Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nasim Khan, yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk pengakuan dan keadilan bagi seluruh daerah yang dilalui jalur tol nasional itu.

Menurut Nasim Khan, perubahan nomenklatur ini bukan sekadar persoalan penamaan, tetapi memiliki makna strategis yang mencerminkan prinsip kesetaraan antarwilayah.

Selama ini, nama Probowangi hanya merepresentasikan Probolinggo dan Banyuwangi, sementara Situbondo—yang juga dilintasi jalur tol—tidak tercantum secara eksplisit.

“Dengan dimasukkannya Situbondo dalam nama resmi tol, ada pengakuan terhadap posisi strategis daerah ini. Sebelumnya hanya Probolinggo dan Banyuwangi yang terwakili. Sekarang ketiganya setara,” ujar Nasim Khan, dikutip dari laman fraksipkb.com.

Ia menjelaskan, nama Prosiwangi mengandung makna historis, geografis, sekaligus kultural.

“Pro” merujuk Probolinggo, “Si” diambil dari Situbondo, dan “Wangi” mewakili Banyuwangi.

Ini bukan sekadar singkatan, tetapi simbol keterhubungan tiga daerah utama di ujung timur Jawa Timur.

Lebih jauh, legislator dari Dapil Jawa Timur III (Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi) itu menilai perubahan nama ini juga meneguhkan Situbondo sebagai simpul penting dalam jalur tol Trans-Jawa bagian timur.

Keberadaan Situbondo yang membentang panjang di jalur pantura dinilai memiliki peran strategis dalam distribusi logistik dan mobilitas antarwilayah.

“Dengan nama Prosiwangi, masyarakat Situbondo akan merasa lebih memiliki. Ini penting agar pembangunan infrastruktur nasional benar-benar dirasakan manfaatnya secara merata,” tegasnya.

Nasim Khan optimistis kehadiran Tol Prosiwangi akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan timur Jawa Timur.

Akses yang semakin terbuka diyakini akan memperlancar arus barang, jasa, dan pariwisata, sekaligus mendorong masuknya investasi baru.

“Konektivitas yang baik akan membuat aktivitas ekonomi makin bergeliat. UMKM tumbuh, pariwisata meningkat, dan kesejahteraan masyarakat ikut terdongkrak,” tambahnya.


Page 2

Tol Prosiwangi sendiri merupakan bagian dari jaringan Tol Trans-Jawa, yang dirancang untuk mempercepat mobilitas dan pemerataan pembangunan antarwilayah.

Perubahan nama ini diharapkan menjadi simbol bahwa proyek infrastruktur nasional tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga sensitif terhadap identitas dan peran daerah.

Sebelumnya, Direktur Jasamarga Probowangi, Adi Prasetyanto, mengungkapkan bahwa perubahan nama tersebut masih sudah disetujui Kementerian PUPR.

Pemerintah pusat disebut telah memberikan persetujuan awal.

“Mekanismenya memang harus ditempuh di tingkat kementerian. Namun lampu hijau sudah ada. Mudah-mudahan ke depan nama Prosiwangi bisa digunakan secara resmi, termasuk pada signboard dan papan penunjuk jalan,” jelas Adi.

Dengan perubahan nama ini, diharapkan seluruh masyarakat Probolinggo, Situbondo, dan Banyuwangi merasa diakomodasi serta memperoleh manfaat yang setara dari pembangunan Tol Prosiwangi sebagai urat nadi ekonomi baru di ujung timur Pulau Jawa. (*)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Perubahan nama jalan tol Probowangi menjadi Tol Prosiwangi (Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi) mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan.

Salah satunya datang dari Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nasim Khan, yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk pengakuan dan keadilan bagi seluruh daerah yang dilalui jalur tol nasional itu.

Menurut Nasim Khan, perubahan nomenklatur ini bukan sekadar persoalan penamaan, tetapi memiliki makna strategis yang mencerminkan prinsip kesetaraan antarwilayah.

Selama ini, nama Probowangi hanya merepresentasikan Probolinggo dan Banyuwangi, sementara Situbondo—yang juga dilintasi jalur tol—tidak tercantum secara eksplisit.

“Dengan dimasukkannya Situbondo dalam nama resmi tol, ada pengakuan terhadap posisi strategis daerah ini. Sebelumnya hanya Probolinggo dan Banyuwangi yang terwakili. Sekarang ketiganya setara,” ujar Nasim Khan, dikutip dari laman fraksipkb.com.

Ia menjelaskan, nama Prosiwangi mengandung makna historis, geografis, sekaligus kultural.

“Pro” merujuk Probolinggo, “Si” diambil dari Situbondo, dan “Wangi” mewakili Banyuwangi.

Ini bukan sekadar singkatan, tetapi simbol keterhubungan tiga daerah utama di ujung timur Jawa Timur.

Lebih jauh, legislator dari Dapil Jawa Timur III (Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi) itu menilai perubahan nama ini juga meneguhkan Situbondo sebagai simpul penting dalam jalur tol Trans-Jawa bagian timur.

Keberadaan Situbondo yang membentang panjang di jalur pantura dinilai memiliki peran strategis dalam distribusi logistik dan mobilitas antarwilayah.

“Dengan nama Prosiwangi, masyarakat Situbondo akan merasa lebih memiliki. Ini penting agar pembangunan infrastruktur nasional benar-benar dirasakan manfaatnya secara merata,” tegasnya.

Nasim Khan optimistis kehadiran Tol Prosiwangi akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan timur Jawa Timur.

Akses yang semakin terbuka diyakini akan memperlancar arus barang, jasa, dan pariwisata, sekaligus mendorong masuknya investasi baru.

“Konektivitas yang baik akan membuat aktivitas ekonomi makin bergeliat. UMKM tumbuh, pariwisata meningkat, dan kesejahteraan masyarakat ikut terdongkrak,” tambahnya.