Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Nelayan Lokal Muncar Banyuwangi Resah, Alat Tangkap Pendatang Dinilai Merugikan dan Mengancam Keselamatan di Laut

nelayan-lokal-muncar-banyuwangi-resah,-alat-tangkap-pendatang-dinilai-merugikan-dan-mengancam-keselamatan-di-laut
Nelayan Lokal Muncar Banyuwangi Resah, Alat Tangkap Pendatang Dinilai Merugikan dan Mengancam Keselamatan di Laut

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Nelayan lokal Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, menyuarakan keresahan mereka terkait banyaknya nelayan pendatang yang masuk ke perairan setempat.

Aspirasi itu disampaikan secara langsung ke Kantor UPT Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Muncar, Senin (26/1).

Para nelayan menilai kehadiran pendatang mengganggu mata pencaharian mereka.

Alat tangkap yang digunakan nelayan pendatang berbeda signifikan dengan nelayan lokal.

Ketua Kelompok Nelayan Muncar, Mohammad Kholid, menjelaskan, sebagian besar pendatang menggunakan alat tangkap yang panjangnya sekitar 20 meter, sementara nelayan lokal hanya memiliki alat sepanjang 5 sampai 7 meter.

“Banyak pendatang, rata-rata dari luar Banyuwangi. Alat tangkap yang digunakan sangat berbeda sehingga merugikan nelayan lokal,” ujar Kholid.

Musim Ikan Lemuru Jadi Penyebab Kepadatan

Kholid menambahkan, saat ini perairan Muncar mulai memasuki musim ikan lemuru, sehingga banyak nelayan pendatang datang untuk menangkap ikan.

Namun, keberadaan mereka dianggap menimbulkan ketidakadilan, karena alat tangkap yang besar berpotensi menghabiskan stok ikan dan merugikan nelayan lokal.

Nelayan lain, Muhamad Hasan Basri, menambahkan bahwa nelayan lokal sering dipermasalahkan ketika membawa perahu sendiri di perairan luar Muncar, padahal mereka bekerja sesuai aturan.

“Kalau kami yang kerja di luar daerah selalu dipermasalahkan,” ungkap Hasan.

Bentrokan dan Intimidasi di Laut

Menurut Kanit Polairud Muncar, Aipda Wayan Wedana, aspirasi yang disampaikan nelayan lokal bukan tanpa alasan.

Mereka sering merasa terancam keselamatannya akibat bentrokan dengan nelayan pendatang.


Page 2

Bahkan, beberapa kejadian menunjukkan adanya ancaman menggunakan senjata tajam dan intimidasi di tengah laut.

“Intinya, nelayan lokal resah dan merasa terancam saat bekerja di tengah laut,” jelas Wayan.

Setelah menyampaikan aspirasi, para nelayan lokal meminta agar pendatang tidak beroperasi di wilayah perairan Muncar.

Tujuannya, untuk menjaga kondusifitas kegiatan perikanan dan kelangsungan mata pencaharian nelayan setempat.

“Para nelayan itu ingin pendatang dipulangkan,” tambah Wayan.

UPT PPP Muncar Lakukan Pendataan

Menanggapi keresahan nelayan, Kepala UPT PPP Muncar, Salim, mengatakan pihaknya telah memulai proses pendataan nelayan pendatang.

Data yang dikumpulkan meliputi kapal, pemilik, alat tangkap, dan daerah penangkapan.

“Saat ini dilakukan pendataan untuk nelayan pendatang,” kata Salim.

Menurutnya, langkah ini penting untuk mengatur zona operasi nelayan dan memastikan keselamatan serta keberlanjutan kegiatan perikanan di Muncar.

Kasus ini menjadi peringatan bagi nelayan lokal dan pendatang untuk menjaga tata tertib perikanan, meminimalkan konflik di laut, serta bekerja sesuai aturan agar sumber daya laut dapat dimanfaatkan secara adil dan berkelanjutan. (*)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Nelayan lokal Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, menyuarakan keresahan mereka terkait banyaknya nelayan pendatang yang masuk ke perairan setempat.

Aspirasi itu disampaikan secara langsung ke Kantor UPT Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Muncar, Senin (26/1).

Para nelayan menilai kehadiran pendatang mengganggu mata pencaharian mereka.

Alat tangkap yang digunakan nelayan pendatang berbeda signifikan dengan nelayan lokal.

Ketua Kelompok Nelayan Muncar, Mohammad Kholid, menjelaskan, sebagian besar pendatang menggunakan alat tangkap yang panjangnya sekitar 20 meter, sementara nelayan lokal hanya memiliki alat sepanjang 5 sampai 7 meter.

“Banyak pendatang, rata-rata dari luar Banyuwangi. Alat tangkap yang digunakan sangat berbeda sehingga merugikan nelayan lokal,” ujar Kholid.

Musim Ikan Lemuru Jadi Penyebab Kepadatan

Kholid menambahkan, saat ini perairan Muncar mulai memasuki musim ikan lemuru, sehingga banyak nelayan pendatang datang untuk menangkap ikan.

Namun, keberadaan mereka dianggap menimbulkan ketidakadilan, karena alat tangkap yang besar berpotensi menghabiskan stok ikan dan merugikan nelayan lokal.

Nelayan lain, Muhamad Hasan Basri, menambahkan bahwa nelayan lokal sering dipermasalahkan ketika membawa perahu sendiri di perairan luar Muncar, padahal mereka bekerja sesuai aturan.

“Kalau kami yang kerja di luar daerah selalu dipermasalahkan,” ungkap Hasan.

Bentrokan dan Intimidasi di Laut

Menurut Kanit Polairud Muncar, Aipda Wayan Wedana, aspirasi yang disampaikan nelayan lokal bukan tanpa alasan.

Mereka sering merasa terancam keselamatannya akibat bentrokan dengan nelayan pendatang.