Operasi Gratis Penderita CTEV dan Polidaktili

0
2363
BAKSOS:Pasien operasi di RS Al Huda dikunjungi pengurus Ikatan Pengusaha Jember dan Dandim 0824 Jember.
BAKSOS:Pasien operasi di RS Al Huda dikunjungi pengurus Ikatan Pengusaha Jember dan Dandim 0824 Jember.

RS Al Huda Perluas Cakupan Aksi Sosial


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

GAMBIRAN–Aksi sosial operasi gratis yang dilakukan Rumah Sakit (RS) Al Huda Gambiran tak hanya sebatas untuk penderita katarak, bibir sumbing, dan hernia. Karena banyaknya permintaan masyarakat, RS Al Huda menambah satu lagi aksi sosial operasi gratis untuk kaum dhuafa bagi penderita congenital talipes equinovarus/ clubfoot (CTEV) dan Polidaktili.

Kepala Bidang Pelayanan Medis RS Al Huda dr. Indiati, MMRS, yang menjabat koordinator aksi sosial itu menjelaskan, aksi sosial RS Al Huda secara rutin dilakukan sebagai bentuk semangat memberi dan berbagi. Semangat aksi sosial itu mendasari kebijakan manajemen dalam perluasan diagnosa kasus yang akan mendapat bantuan operasi gratis.

Kali ini sasarannya penderita CTEV, yang di Indonesia secara awam lebih dikenal sebagai kaki pengkor. “Sedangkan, polidaktili adalah pasien memiliki jumlah jari kaki atau tangan melebihi jumlah normal,” jelasnya kemarin. Indiati menambahkan, CTEV merupakan kelainan bawaan (kongenital) kaki. Mudah mendiagnosisnya, tetapi sulit mengoreksinya secara sempurna. Derajat beratnya deformitas (kecacatan tulang) dapat ringan, sedang atau berat. Hal itu tergantung fl eksibilitas atau adanya resistensi atau kekebalan terhadap koreksi yang dilakukan.

Loading...

CTEV bersifat rigid atau kaku, menimbulkan deformitas yang menetap bila tidak segara dikoreksi,” paparnya. Sedangkan polidaktili, lanjut dokter yang akrab disapa Indi itu, suatu kelainan yang diwariskan secara genetik. “Penderita mendapatkan tambahan jari pada satu atau dua tangannya dan atau pada kakinya,” tuturnya. Polidaktili juga dikenal sebagai hyperdaktili. “Tempat jari tambahan tersebut berbeda-beda, ada yang di dekat ibu jari, dan ada pula yang berada di dekat jari kelingking,” jlentrehnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2