Pakai Dana Pribadi, Utang untuk Biayai Latihan

0
137

pakeBila Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IV di Madiun digelar 20 hingga 30 Juni mendatang, artinya ada waktu dua bulan bagi kontingen Banyuwangi untuk bersiap diri. Dengan target masuk 10 besar pendulang medali terbanyak, seperti apa persiapan tim Banyuwangi sejauh ini?


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

ANTUSIASME cabang olahraga dan KONI Banyuwangi menyambut Por prov IV Madiun mendatang sebenarnya cukup tinggi. Hasil even yang sama dua tahun lalu de ngan fi nis di posisi ke-15 dari 38 ka bupaten atau kota di Jawa Timur men jadi salah satu alasannya. Tidak heran angan-angan meraih hasil ter baik di ajang yang sama tahun ini pun mengemuka. Seluruh cabang olahraga dan KONI pun siap mengamini kontingen Ba nyuwangi bersaing di ajang multieven tersebut.

Targetnya, Banyuwangi digadang menjadi peserta dengan dulangan medali terbanyak. Memang realistis, tapi itu dipastikan tidak bakal mudah direalisasikan. Sementara itu, demi memompa se mangat cabang olahraga dalam meng gelar pembinaan, KONI dan pe merintah daerah mencanangkan Banyuwangi menjadi tuan rumah ajang tersebut di tahun 2015 mendatang. Itulah yang membuat cabor dan KONI bersemangat menatap ajang dua tahunan yang akan di laksanakan di Madiun tersebut.

Namun, seperti pohon tinggi yang ter tiup angin kencang, sederet persoalan dalam menyongsong Porprov IV di Madiun pun muncul. Seperti kasus sebelumnya, persoalan dana menjadi penyakit belum mendapat perhatian serius Pembahasan dan alokasi anggaran untuk duta olahraga Banyuwangi tersebut luput dalam APBD 2013. Hal itulah yang mereduksi semangat kontingen Banyuwangi ke ajang Porprov mendatang. Beberapa persiapan atlet mendadak dihentikan.

Loading...

Persiapan menuju Porprov hanya terasa di beberapa cabang olahraga yang melakoni babak kualifi kasi (pra-Porprov). Cabang sepak bola, bola basket, catur, pen cak silat, dan bola voli menjadi penjaga api spirit tim Banyuwangi tampil di Porprov mendatang. Meski tetap bersemangat, tapi sejatinya masalah mereka sama dengan cabor lain. Mereka juga kesulitan mendapatkan dana untuk pembinaan dan persiapan atlet. Un tuk menyiasati kondisi itu, banyak cabor yang melakukan upaya penyelamatan pri badi agar semangat para atlet tidak kendur.

Salah satu caranya, menggunakan uang pribadi sebagai biaya persiapan para atlet. “Se mua kegiatan sementara dibiayai oleh pengurus. Entah dari mana sumbernya, pokoknya harus ada dulu demi atlet,” ujar Bambang Wahyuono, salah satu pelatih silat Banyuwangi. Tidak hanya cabor pencak silat yang harus mengongkosi pemusatan latihan para atlet denganuangpribadipengurus. Beberapacabang yang berlaga di pra-Porprov juga melakukan hal yang sama. Bahkan, bukan hanya uang pribadi, tapi juga pinjam alias utang.

Bolak-balik ke bank dan koperasi adalah solusi atas masalah dana pemusatan latihan. Sertifikat dan Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB)  terpaksa menjadi jaminan demi kelangsungan pemusatan latihan kontingen Banyuwangi di ajang prestisius di Jawa Timur tersebut. Nominal yang dipinjam ternyata tidak sedikit. Rata-rata pentolan cabor terpaksa ngutang mulai Rp 25 juta hingga ratusan juta. Itu belum termasuk bunga tiap bulan atas utang tersebut.

Itu pun baru untuk menutup biaya pemusatan latihan, termasuk ongkosongkos lain dalam pra-Porprov. Tengok saja cabang sepak bola yang sempat menjadi tuan rumah babak kualifi kasi ajang dua tahunan tersebut. Biaya penyelenggaraan dipastikan membengkak. Biaya pertandingan sebagai tuan rumah, perangkat pertandingan, hingga izin keamanan, sangat menyita biaya. Dana yang dipinjam ke bank itu, selain untuk akomodasi atlet dan pelatih, juga untuk konsumsi para atlet agar fit. Itu belum ditambah biaya lain-lain yang tentu saja tidak sedikit, seperti biaya penginapan. Lalu, bagaimana dengan KONI?

Secara prinsip KONI dan pemerintah sudah menjalin komunikasi. Solusi tidak populis pun diambil dalam mengatasi kekurangan anggaran itu, yakni meminjam dana cabor. Ada dana Rp 1,6 miliar dari Rp 3 miliar dana KONI yang dipinjam untuk membiayai pahlawan olahraga Banyuwangi itu ke Porprov mendatang. Sayang, hingga kemarin dana itu belum cair. Bendahara KONI Mandiri Warang Agung mengungkapkan, dana tersebut masih dalam tahap pencairan. “Dana itu sedang dalam proses,” ujar  olitisi asal PKS tersebut. (radar)

Loading...