Tunggal Putra-Putri Jaga Asa

0
353
Bambang Wahyuono
Bambang Wahyuono

BANYUWANGI – Prestasi kontingen pencak silat Banyuwangi dalam gelaran olimpiade olahraga siswa nasional (O2SN) berada di ujung tanduk. Mengirimkan delapan pendekar dalam multi even tingkat pelajar di Surabaya itu, ambisi Banyuwangi mendulang medali kini hanya tertancap pada nomor seni tunggal putra dan putri.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Loading...

Sedangkan harapan menggondol medali nomor tanding dipastikan tidak terpenuhi. Hasil itu menyusul rontoknya pesilat yang tampil di nomor tanding. Di kelas B putra dan putri, Ulistiono dan Leni Wulansari, harus mengu- bur ambisinya setelah dikalahkan lawannya dalam pertandingan kemarin. Nasib yang sama juga dialami pendekar yang turun di kelas F putra dan putri Mohamad Iqbal Maulana dan Septiana Novitasari.

Keduanya harus kandas di babak perdelapan final setelah dipaksa mengakui keunggulan lawan-lawannya. “Harapan tinggal di nomor tunggal putra dan putri yang masuk final,” beber Bambang Wahyuono, pelatih silat Banyuwangi. Harapan Banyuwangi mendulang medali kini tertanam pada diri Willi Fatih Fanani dan Yuni Andika. Keduanya memastikan diri melaju ke final setelah berhasil menunjukkan kebolehannya mengolah jurus di hadapan wasit juri. (radar)