Berita Terkini Seputar Banyuwangi
Hukum  

Papan Milik Budiyono Lenyap

papanGLENMORE – Sengketa lahan di Dusun Krajan, Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore, antara Pemkab Banyuwangi dengan Budiyono tampaknya makin runcing. Empat hari lalu (11/9) Budiyono memasang papan nama bertulisan bahwa lahan seluas 2,5 hektare tersebut miliknya. Namun, kemarin (13/9) papan berwarna putih itu mendadak lenyap tanpa bekas. Sehingga, saat ini hanya satu papan nama yang masih tetap berdiri di atas lahan yang terletak persis di selatan jalan raya Jember itu, yaitu papan milik Pemkab Banyuwangi.

Karyadi, orang kepercayaan Budiyono di Banyuwangi, mengaku sudah tahu papan nama tersebut hilang dari tempatnya. “Saya dapat kabar dari orang sana (Tegalharjo) bahwa papan nama sudah nggak ada,” kata Karyadi saat dihubungi via ponsel kemarin. Warga Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, itu menuturkan, kejadian itu langsung dia sampaikan kepada Budiyono, warga Kecamatan Tegalsari, yang kini menjadi warga Bondowoso.

“Saya sudah beri tahu dan besok (hari ini, Red) Pak Budi mau ke Banyuwangi untuk mengambil langkah lebih lanjut,” tandasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, perebutan lahan seluas 2,5 hektare di Dusun Krajan, DesaTegalharjo, Kecamatan Glenmore, antara Pemkab Banyuwangi dengan Budiyono masih berlangsung. Perkembangan terbaru, Budiyono, bersama beberapa orang kepercayaannya kembali memasang papan nama bertulisan kepemilikan lahan di areal konfl ik tersebut.

Selama proses pemasangan papan nama di lahan yang masuk Dusun Krajan, Desa Tegalharjo tersebut, Budiyono dan beberapa orang kepercayaannya sama sekali tak mengalami gangguan. Selain kembali memasang papan kepemilikan lahan, Budiyono dkk juga menanam pohon pisang di lokasi yang kini sudah ditanami tebu tersebut. (radar)

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE