Paripurna Gagal Ambil Keputusan

0
792

juru-bicara-fraksi-pdip-ficky-septalinda-menyampaikan-pandangan-umum-fraksi-atas-diajukannya-dua-raperda-inisiatif-anggota-dprd-kemarin


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Jumlah Anggota DPRD yang Hadir Minim

BANYUWANGI – Rapat paripurna internal DPRD berakhir antiklimaks kemarin (29/11). Agenda rapat paripurna pembentukan panitia khusus (pansus) dua rancangan peraturan  daerah (raperda) inisiatif DPRD tersebut harus dibubarkan karena jumlah anggota dewan yang hadir tidak sampai 50 persen.

Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, satu  pansus yang sedianya dibentuk kemarin bakal mendapat tugas melakukan pembahasan raperda wajib belajar madrasah diniyah (madin) takmiliyah. Sedangkan satu pansus yang lain  bakal diberi tugas membahas raperda perlindungan budaya dan adat Banyuwangi.

Namun, lantaran jumlah anggota dewan yang hadir dalam rapat paripurna kemarin tidak memenuhi syarat, pembentukan dua pansus raperda itu pun gagal terealisasi. “Rapat paripurna internal dalam rangka membentuk pansus deadlock,” ujar Wakil Ketua DPRD, Ismoko.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last