Pasar Banyuwangi Tambah 52 Lampu, Pembeli Mau Masuk

0
143

pasarBANYUWANGI – Ini perkembangan terbaru pasca penertiban pedagang Pasar Banyuwangi pertengahan bulan lalu (11/5). Setelah tak ada pedagang yang berjualan di jalan, aktivitas transaksi jual-beli di pasar Kota Kopi tersebut berangsur normal. Konsumen yang sebelumnya enggan masuk ke dalam pasar, kini mulai bersedia berbelanja kebutuhan sehari- hari di dalam pasar tradisional tersebut. Bahkan, transaksi jual-beli di dalam pasar tradisional itu kini berlangsung 24 jam.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Padahal, sebelumnya, aktivitas perdagangan pada malam hari hanya berlangsung di tepi jalan, dan di dalam pasar cenderung lengang. Atmawiyanto, pedagang kolang-kaling dan cincau yang mangkal di dalam Pasar Banyuwangi mengatakan, setelah seluruh pedagang masuk ke dalam pasar, ternyata konsumen bersedia berbelanja ke dalam pasar tradisional tersebut.Seperti yang Anda lihat sendiri. Pada malam hari pun pembeli lumayan ramai,” ujarnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi Rabu malam (28/5).  

Dikatakan, saat masih ada pedagang yang berjualan di luar pasar, dia sudah menutup stan jualan pukul 15.00 atau 16.00. Sebab, pada sore hari pembeli sudah sepi. Tidak ada yang mau belanja di dalam pasar. “Tetapi, saat ini (Rabu) pembeli yang masuk pasar cukup banyak hingga malam hari. Soal laku atau tidak laku, itu tergantung nasib,” cetusnya. Irianto, penjual ikan segar yang sebelum penertiban mangkal di tepi Jalan Satsuit Tubun mengatakan, sejak dirinya masuk ke dalam pasar, tingkat pembelian konsumen turun drastis.

Loading...

“Sampai malam ini (Rabu) pun belum ada peningkatan. Konsumen masih sepi,” kata dia. Irianto menambahkan, demi mendukung aktivitas perdagangan di dalam Pasar Banyuwangi, pihak pengelola pasar sudah menambah lampu penerangan. Hanya, imbuhnya, lampu penerangan di dalam Pasar Banyuwangiitu perlu diperbanyak. “Kami juga berharap atap yang dijanjikan pemerintah segera dibangun. Saat ini pedagang memasang atap sementara berbahan terpal. Kami khawatir kalau turun hujan, atap ini bocor,” harapnya.  

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendapatan (Dispenda) Banyuwangi, Juang Pribadi mengatakan, sebelum penertiban dilakukan, Dispenda telah melakukan penambahan lampu penerangan di dalam Pasar Banyuwangi. Selain itu, penambahan sebanyak 52 unit lampu kembali dilakukan pasca penertiban. Rinciannya, delapan unit lampu 20 watt, satu unit lampu 40 watt, dan satu unit lampu 24 watt, dipasang di pasar sebelah utara Jalan Satsuit Tubun.

Penambahan lampu juga dilakukan di pasar sebelah selatan, yakni 11 unit lampu 20 watt, 31 unit lampu 40 watt, dan empat unit lampu 24 watt. Selain lampu, Dispenda Banyuwangi juga telah membangun dua sumur resapan di Pasar Banyuwangi sebelah utara. Perbaikan toilet di pasar bagian selatan juga telah rampung dilakukan. “Ini untuk menunjang kenyamanan pedagang dan konsumen. Kami mengimbau warga berbelanja di dalam pasar,” pungkasnya. (radar)

Loading...