detik.com
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberikan peringatan dini terkait cuaca ekstrem di wilayah perairan selat Bali pada periode Maret hingga April. Diperkirakan potensi gelombang tinggi terjdi di perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur dengan ketinggian antara 1,25 Meter dan 2,5 meter.
Untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi bakal terjadi pada periode arus mudik Idulfitri itu, PT ASDP Indonesia Ferry secara terus menerus berkoordinasi dengan BMKG dan menyiapkan sejumlah strategi antisipasi.
Salah satu strategi ASDP mengantisipasi cuaca ekstrem ini salah satunya dengan menambah jumlah operasional kapal, menyiagakan kapal penyelamat atau tuqboat, serta menerjunkan ratusan personil yang ditugaskan selama 24 jam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Windy Andale menjelaskan keberadaan tugboat ini untuk membantu manuver kapal saat menghadapi angin kencang dan arus kuat. Selain itu, ASDP juga meningkatkan jumlah operasional kapal dari 28 menjadi 32 unit.
“Sebagai langkah mitigasi, ASDP menyiagakan kapal tugboat untuk membantu manuver kapal saat menghadapi angin kencang dan arus kuat. Di lintasan Ketapang-Gilimanuk, jumlah kapal yang beroperasi juga ditingkatkan dari 28 hingga 32 unit guna memperkuat kapasitas layanan serta menjaga kelancaran arus kendaraan dan penumpang selama periode trafik tinggi,” jelas Windy, Selasa (10/3/2026).
Untuk membantu kelancaran dalam pengaturan lalulintas kendaran yang masuk dan keluar pelabuhan, ratusan personil disiagakan secara terjadwal selama 24 jam. Ratusan personel tersebut merupakan personil gabungan dari TNI, Polri dan sejumlah otoritas kepelabuhanan lainnya.
Situasi di Ketapang-Gilimanuk jelang periode arus mudik idul fitri 2026. (Foto: Istimewa) |
“Sementara jumlah menjelaskan bahwa untuk mendukung kelancaran operasional tersebut, ASDP bersama pemangku kepentingan menyiapkan 350 personel di Pelabuhan Ketapang dan 250 personel di Pelabuhan Gilimanuk yang akan disiagakan di pelabuhan, buffer zone, serta titik krusial lainnya,” tambahnya.
Sejumlah persiapan tersebut diperlukan sejalan dengan prediksi peningkatan jumlah penumpang pada periode arus mudik tahun ini yang mencapai 10%. ASDP memperkirakan, pada Angkutan Lebaran 2026, mobilitas masyarakat diproyeksikan meningkat signifikan. Secara nasional, ASDP memperkirakan total pergerakan mencapai sekitar 5,8 juta penumpang dan 1,4 juta kendaraan.
“Khusus lintasan Jawa menuju Bali, jumlah penumpang diprediksi tumbuh sekitar 10 persen dan kendaraan meningkat 9,3 persen dibandingkan periode sebelumnya. Sementara arus sebaliknya dari Bali menuju Jawa juga diproyeksikan meningkat dengan pertumbuhan sekitar 9,5 persen pada penumpang dan 8,7 persen pada kendaraan,” beber Windy lebih lanjut.
PT. ASDP Indonesia Ferry mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal dengan membeli tiket melalui platform resmi Ferizy yang sudah dapat dipesan sejak H-60 sebelum keberangkatan.
“Hindari pembelian tiket melalui calo dan pastikan data diri diisi sesuai identitas agar proses perjalanan berjalan lancar,” pungkas Windy.
Melalui Ferizy, pengguna jasa juga mendapatkan fleksibilitas perjalanan, termasuk fasilitas refund dengan potongan 25 persen serta reschedule dengan potongan 10 persen dari harga tiket, sehingga masyarakat dapat menyesuaikan rencana perjalanan sesuai kondisi cuaca.
(auh/dpe)









