PBSI Pakai Dana Talangan

0
382

BANYUWANGI – Kegagalan kontingen Banyuwangi dalam kejuaraan bulu tangkis tingkat provinsi (kejurprov) Jatim memang cukup menyesakkan bagi Pengkab PBSI Banyuwangi. Namun, di balik itu, rupanya ada yang cukup memilukan terkait keikutsertaan Banyuwangi dalam kejuaraan tingkat Jawa Timur yang digelar 29-31 Oktober tersebut.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Hal itu adalah masalah pendanaan. Usut punya usut, pendanaan kontingen Banyuwangi di ajang kejurprov tersebut berasal dari dana talangan. Itu disebabkan dana bantuan yang semestinya diterima PBSI hingga kini masih macet pencairannya. Tidak heran pengurus PBSI pun dipaksa ngutangi dulu untuk bisa memberangkatkan kontingen Banyuwangi ke Surabaya.

Loading...

Penggunaan dana talangan itu diungkapkan oleh salah satu ofisial tim Banyuwangi, Dedi Susanto. Kepada koran ini, dia mengaku uang yang dipergunakan untuk memberangkatkan kontingen Banyuwangi di Surabaya berasal dari dana pribadi pengurus. “Uangnya yang dipakai menggunakan dana talangan dulu dari pengurus,” ujarnya. Tidak disebutkan berapa ongkos yang dikeluarkan untuk memberangkatkan kontingen Banyuwangi berjumlah lima atlet dan dua ofisial ke Surabaya itu.

Namun, tersendatnya pencairan dana dari pemkab Banyuwangi tentu saja cukup memukul sejumlah cabang olahraga termasuk PBSI Banyuwangi. Sekadar mengingatkan, lima pebulu tangkis yang dikirim PBSI dalam kejuprov bulu tangkis di Surabaya hanya mampu bertahan hingga babak ketiga. Mereka harus mengakui keunggulan lawanlawannya dalam even tingkat regional Jawa Timur tersebut. Hasil itu memastikan Banyuwangi pulang tanpa membawa gelar juara dari Kota Pahlawan Surabaya. (radar)