Pelindo III Diskon Jasa Pelabuhan

0
305

Untuk Menarik Minat Pelaku Ekspor Impor
BANYUWANGI-Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III siap melayani ekspor dan impor di Pelabuhan Tanjung Wangi. Kesiapan tersebut dibuktikan dengan ketersediaan fasilitas yang dibutuhkan untuk bongkar-muat barang di kawasan pelabuhan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Bahkan, Pelindo III memberikan kemudahan dengan diskon untuk kegiatan jasa kepelabuhan kontainerisasi. General Manajer (GM) Pelindo III Tanjung Wangi, Banyuwangi Bangun Swastanto, ST, MT mengakui, diskon diberikan oleh Pelindo III dalam menangani kegiatan jasa kepelabuhanan di bidang kontainerisasi.

Biaya jasa tambat diberi diskon 50 persen. “Jasa labuh dan dermaga malah Rp 0,” ungkapnya dalam Seminar Nasional “Membangun Entrepreneur Masyarakat Banyuwangi dan Membangkitkan Para Pelaku Bisnis untuk Melakukan Ekspor Impor melalui Pelabuhan Tanjung Wangi” di aula kampus Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi, kemarin siang (27/9).

Menurut sarjana teknik lulusan Universitas Satya Wacana, Salatiga itu, Tanjung Wangi menarik minat eksportir dan importir Banyuwangi dan sekitarnya, karena mempunyai beberapa kelebihan.

Kedalaman kolam 14 LWS, dan tidak diperlukan pengerukan. Tersedia lapangan penumpukan seluas 10.000 meter persegi dan 2 unit gudang masing-masing luas 1.000 meter persegi, yang letaknya di lini I.

“Tersedia juga lapangan penumpukan seluas 7.000 meter persegi yang letaknya di lini II,” ungkap master teknik lulusan ITB itu saat paparan. Untuk kesiapan dalam realisasi pelayanan ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Wangi, Pelindo III terus meningkatkan kinerja pengelolaan pelabuhan.

Fasilitas sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan kontainerisasi di Pelabuhan Tanjung Wangi juga dilengkapi. “Pelindo III kini lebih siap melaksanakan ekspor dan impor,” tegasnya seraya menambahkan bahwa para pelaku bisnis perlu didorong untuk punya komitmen selalu menggunakan Pelabuhan Tanjung Wangi.

Sebagai tindak lanjutnya, imbuh Bangun, Pelindo III akan mengundang para agen pelayaran dan forwading. Kemudian dibuatkan memorandum of understanding (MoU) antara Pelindo III dengan para pelaku bisnis.

Nah, harapannya para pelaku bisnis bersedia mengalihkan kegiatan ekspor dan impornya dari Pelabuhan Tanjung Perak ke Pelabuhan Tanjung Wangi sebagai pelabuhan alternatif.

Sementara itu, Kasubag Umum merangkap Bidang Pengawasan dan Penindakan Kantor Bea Cukai Banyuwangi Akhmad Abu H. menegaskan bahwa kantornya sudah siap melayani dokumen ekspor impor dengan cepat. Jadi, pengurusan dokumen ekspor impor kini cukup dilayani di kantor Banyuwangi.

“Tidak perlu harus mengurus ke Kantor Bea Cukai di Surabaya,” tegasnya. Seminar yang digagas Fakultas Teknik Untag bersama Pelindo III itu juga menghadirkan Ray Asmoro, Direktur Operasi dan Pelatih Bisnis PT Formula Bisnis Indonesia-For Better Indonesia (FBI) Jakarta.

Pria asal Genteng, Banyuwangi itu memaparkan bagaimana membangun entrepreneurship. Ray juga memberikan pelatihan soft skill kepada mahasiswa hingga sore hari.

“Kegiatan ini diharapkan memberikan motivasi kepada mahasiswa Untag agar kelak bisa menjadi sarjana yang mandiri dan mampu mencetak lapangan pekerjaan,” kata Rektor Untag Tutut Hariyadi, MM dalam sambutannya.

Seminar yang dibuka Sekkab Slamet Karyono mewakili bupati, itu dihadiri Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pertambangan Banyuwangi Hary Cahyo Purnomo, instansi terkait, akademisi, perbankan dan kalangan pengusaha.

Tak ketinggalan, mahasiswa Untag yang antusias menyimak acara hingga usai. Di awal acara, GM PelindoIII sempat menyerahkan bantuan buku kepada rektor Untag.(radar)

Loading...