Banyuwangi, Jurnalnews.com – Pengurus DPC Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Banyuwangi Masa Bhakti 2026-2031 Dilantik DPW IWAPI Jatim dan Dikukuhkan Bupati Banyuwangi, Di Hotel Illira, Kamis (5/2/26).
Hj. Erna Sukris Diani, SE terpilih menggantikan Hj. Retno Herlina Kosgorowati yang telah memimpin 2 periode. Tim formatur menyusun kepengurusan dalam rangkaian Muscab Rabu (4/2/26) penuh kekeluargaan yang ditandai ijin restu suami Ketua terpilih.
“Alhamdulillah, setelah aspirasi pengurus dan peserta musyawarah, anak mendukung dan dengan rayuan maut akhirnya suami memberi ijin. Biasanya ijin suami itu dengan dukungan total lahir batin! Dan saya siap kibarkan bendera IWAPI se bumi blambangan dalam artian bentuk ranting di 25 kecamatan” tutur pengusaha cover bad Nina Collection dan Eston Homestay ini.
Ketua Kadin Banyuwangi, David Wijaya Tjoek sampaikan IWAPI memiliki posisi strategis dalam Pemberdayaan perempuan pengusaha, ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan buat keluarga hingga bangsa. Harapannya bisa sinergi dalam peningkatan daya saing pelaku usaha, perluasan akses pembiayaan serta mendorong inovasi dan digitalisasi UMKM untuk kesejahteraan bersama.
Seremoni yang dipandu Mamik Yuniarti dengan ciamik itu diawali dengan santunan ke yatim piatu dan perempuan lansia dhuafa. Muscab IWAPI yang Ketua panitianya Hj. Aminah, BSC itu diawali pembacaan kode etik oleh Agustin S. Ningsih, S. IP. Setelah pembacaan SK pengurus, Waka IWAPI Jatim Ir. Reny Widya Lestari, SE, IPU berkenan melantiknya.
Reny apresiasi DPC IWAPI Banyuwangi yang aktif dan berprestasi serta bisa mengajak wanita muda terlibat aktif. Dan ayo ikut muhibah usaha bareng Gubernur ke 7 provinsi maupun keluar negeri. Tahun lalu tembus nilai triliyun, momentum itu bisa dimanfaatkan untuk pengembangan bisnis kita. Maka Bupati saat kunjungan daerah juga bisa ajak IWAPI.
Hadir bersama pengurus Jatim ada utusan DPC Situbondo, Jember, Gresik dan Kediri.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berharap IWAPI berperan pada program Presiden Prabowo yang mulia mulai hilirisasi. Dan suksenya seorang pengusaha bila punya karyawan yang sejahtera.
“Dan jangan sampai ada karyawan pengurus IWAPI yang berebut bansos, ” tutur Ipuk yang bersyukur angka kemiskinan menurun dan Banyuwangi jadi pilot digitalisasi data penerima bansos.
Selain menyanyi diiringi electone seraya berfoto ria dan ucapan selamat, juga ada peragaan busana karya pengurus mulai batik berbahan sutra hingga ecoprint. Juga ada pameran sponsor, mitra dan ranting IWAPI.
(Bung Aguk/YC/JN)







