Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

2 Jasad Tanpa Identitas Diduga Korban KMP Tunu Pratama Jaya Dimakamkan di Ketapang

2-jasad-tanpa-identitas-diduga-korban-kmp-tunu-pratama-jaya-dimakamkan-di-ketapang
2 Jasad Tanpa Identitas Diduga Korban KMP Tunu Pratama Jaya Dimakamkan di Ketapang

BANYUWANGI, KOMPAS.com – Dua jenazah diduga korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali pada 2 Juli 2025, yang ditemukan sekitar tujuh bulan kemudian, pada Minggu (1/2/2026) dan Rabu (4/2/2026) dipindahkan ke Banyuwangi, Jawa Timur.

Dua jasad tersebut tiba di Banyuwangi Rabu malam, setelah sebelumnya dievakuasi ke RSUD Negara, Jembrana, Bali usai ditemukan tanpa identitas dan dalam keadaan tak utuh di Perairan Gilimanuk Bali.

“Ada dua jenazah yang dibawa ke Banyuwangi, untuk menjalani ⁠identifikasi dari Dokkes Polres dan RS Bhayangkara Bondowoso,” kata Koordinator Pelayanan Medis di RSUD Blambangan, Dr. Ayyub Erdianto, di Banyuwangi, Kamis (5/2/2026).

Baca juga: Jenazah yang Ditemukan di Selat Bali Saat Evakuasi KMP Tunu Pratama Jaya Bertambah Jadi 3 Orang

Namun, Ayyub tak bisa menjelaskan lebih jauh tentang proses identifikasi yang dilakukan, sebab merupakan ranah tim Dokkes dan RS Bhayangkara bondowoso selaku pemeriksa.

Namun ia hanya menuturkan, tidak ada keluarga korban KMP Tunu Pratama Jaya yang datang ke rumah sakit terkait temuan dua jenazah yang kini sudah dimakamkan tersebut.

“Sudah (dimakamkan) tadi jam 10.00 WIB di Kapuran Ketapang,” tutur dia.

Sebelumnya diberitakan, bangkai KMP Tunu Pratama Jaya saat ini dalam operasi pengangkatan oleh PT Buto selalu pelaksana. Operasi pengangkatan dimulai sejak 26 Januari 2026.

Selama proses pengangkatan, tiga jenazah telah ditemukan, satu di antaranya diyakini merupakan anak buah kapal (ABK) KMP Tunu Pratama Jaya bernama I Wayan Teja Setiawan, berdasarkan identitas yang melekat.

Baca juga: 1 Jenazah Lagi Ditemukan di Perairan Gilimanuk, Didalami Keterkaitan dengan KMP Tunu Pratama

Jenazah Wayan mengambang ke permukaan laut saat bangkai kapal diangkat. Sementara dua jenazah lainnya ditemukan di sekitaran Perairan Gilimanuk oleh warga yang beraktivitas di sekitar pelabuhan.

Operasi pengangkatan bangkai kapal masih akan terus dilakukan, dari target 20 hari, diperkirakan akan molor hingga 1,5 bulan, karena kendala kencangnya gelombang di Selat Bali.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang