Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Pegiat Disabilitas 8 kota 3 Provinsi Nikmati Seafood Mak Isun Pantai Boom Marina

pegiat-disabilitas-8-kota-3-provinsi-nikmati-seafood-mak-isun-pantai-boom-marina
Pegiat Disabilitas 8 kota 3 Provinsi Nikmati Seafood Mak Isun Pantai Boom Marina

Setelah penat 3 hari pelatihan Orientasi untuk Pekerja Lapangan pada Program Building Effective Network (BEN) yang sinergikan komunitas dengan instansi di akar rumput yang didukung pelayanan publik pemerintah untuk pemberdayaan disabilitas di Hotel Aston 25-29Januari 2026 yang diinisiasi Liliana Foundation dan NLR Indonesia, 30 peserta dari 3 provinsi yakni Jatim, Sulteng dan NTT, menikmati pemandangan pantai boom marina sekaligus menyantap makan malam seafood dapur Mak Isun, Rabu, 28Januari.

Agenda Rabu itu pagi diawali praktek lapangan ke rumah anak dan remaja disabilitas dan basecamp Rumah Literasi Indonesia di Gunung Remuk Ketapang. Praktek lapangan ini sebagai simulasi agar Pekerja Lapangan memahami tingkat kesulitan dalam menyusun data dan asesmen program.

Agenda malam dilanjutkan dengan belanja di pusat oleh-oleh Banyuwangi sebagai bentuk dukungan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kegiatan ditutup dengan malam keakraban di Warung Mak Isun. Begitu rombongan tiba disambut duet Nurul Imam dan Nur Indah dari Aura Music menyanyikan ragam genre diiringi electone jemari Ketua Yayasan Aura Lentera Indonesia, Nurhadi Windoyo. Hujan turut menyambut para peserta dari 8 kota yakni Palu, Sigi, TTS, Manggarai, Kupang, Situbondo, Jember dan tuan rumah Banyuwangi.

Manager Program NLR Indonesia, Fahmi Afrizal ungkapkan setelah berpikir berat di Hotel Aston, maka malam ini saatnya makan berat ditemani deburan ombak dan suasana maritim. Harapannya, kesan penuh kenangan bahagia terus terbawa ke daerah untuk membahagiakan sejawat disabilitas untuk Indonesia yang setara.

Saat pesan kesan, peserta dari Manggarai Yohanes Nerdi sampaikan materi dari narasumber begitu mengena dan gampang dicerna.

“Dan Manggarai selain dikenal labuhan bajo, regulasi dari Bupati dan Perda Gubernur soal pemberdayaan dan keberpihakan ke disabilitas amat mendukung sukses pendataan maupun kinerja para pihak. Dan kebijakan Pemda Banyuwangi dan aktivitas pegiat Disabilitas di Banyuwangi juga akan kami ATM copy-paste sesuai kearifan lokal kami, “tutur pengurus AYO Indonesia ini. Ia pun kian senyum dapat doorprize kopi robusta Gombengsari kemasan UMKM Sahabat Disabilitas As-Syifa Coffe.

Setelah nikmati seafood mulai putihan, kepiting, udang,cumi dan pindang koyong yang didampingi ragam minuman hangat maupun nyeruput degan kelapa muda, tiap utusan kota gantian nyanyi dan joget.

Ditambahkan oleh fasilitator utama Sunarman Sukamto yang pakai udeng dan duduk di kursi roda, pendataan yang bisa jadi bahan kebijakan versi BEN & CBR selain identitas dan alamat serta ragam difabelnya, juga direkam sosial ekonomi dan latar belakang kehidupannya. Hingga selain solusi pemberdayaan, juga mendorong pemerintah melayani dengan pelayanan publik yang memadai di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, sosial ekonomi dan pemberdayaan berkelanjutan.

” Maka juga mengajak aparat desa, guru, tenaga kesehatan dan utamanya keluarga disabilitas untuk gotongroyong penuh simpat empati, ” tutur Admisory Comitee yang akrab dipanggil Kang Maman ini.

Di saat ada yang bimtek di Hotel, para enumurator di 8 kota bergerak menggali data ke kaum disabilitas. Tiap malam data di update dan input aplikasi. Untuk Kabupaten Banyuwangi khususnya input di Kecamatan Kalipuro meliputi desa dan kelurahan Klatak, Bulusan dan lKetapang serta Kecamatan Rogojampi catat data di desa Aliyan, Mangir, Gladak dan Bubuk.

Tunggul Harwanto ucapkan Terima kasih ke Camat, pemdes, kepala sekolah dan madrasah serta kepala puskesmas yang melayani enumurator di lapangan. “Inilah sinergi dan kolaborasi para pihak yang luar biasa untuk anak dan remaja istimewa! ” tutur Robin Febrianto Co-Enumerator SCN Banyuwangi. (Bung Aguk/Indah CC/JN)