TIMES BANYUWANGI, BANYUWANGI – Progres pembangunan Pasar Induk Banyuwangi terus menunjukkan hasil signifikan. Hingga saat ini, proyek strategis daerah tersebut telah menembus angka 90 persen dan ditargetkan rampung pada Februari 2026 mendatang, apabila tidak terdapat kendala berarti di lapangan.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Banyuwangi, MY Bramuda, mengatakan capaian tersebut diketahui saat dirinya melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur sekaligus mengevaluasi detail pekerjaan yang masih berjalan.
“Beberapa minggu lalu kami juga diminta Bupati untuk melakukan rapat khusus membahas progres Pasar Induk Banyuwangi. Hari ini kami turun langsung ke lapangan melihat perkembangan terbaru,” ujar Bramuda, Rabu, (21/1/2026).
Di lokasi, rombongan Pemkab Banyuwangi meninjau berbagai aspek pembangunan, mulai dari pemasangan paving, penyempurnaan bangunan utama, hingga kondisi ruang-ruang di dalam pasar. Menurut Bramuda, hasil yang terlihat cukup menggembirakan.
“Alhamdulillah, saya melihat langsung bersama teman-teman tim. Hasilnya cukup luar biasa. Ke depan kami berharap pasar ini tidak hanya menjadi pusat transaksi, tetapi juga destinasi baru bagi masyarakat,” ungkapnya.
Dia menambahkan, Pasar Induk Banyuwangi dirancang tidak sekadar sebagai pasar tradisional, melainkan akan dikembangkan dengan konsep ‘naik kelas’. Salah satu konsep yang disiapkan adalah menjadikan pasar sebagai destinasi kuliner yang dapat beroperasi selama 24 jam.
“Dengan adanya aktivitas yang hidup sepanjang hari, tentu perputaran ekonomi diharapkan jauh lebih tinggi. Pasar ini kami branding agar menjadi ikonik dan mencatatkan sejarah baru bagi Banyuwangi,” jelasnya.
Pemkab Banyuwangi juga apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan yang terus diberikan dalam pembangunan Pasar Induk Banyuwangi. Menurut Bram, dukungan tersebut sangat berarti bagi upaya peningkatan fasilitas publik dan kesejahteraan pedagang.
“Terima kasih kepada pemerintah pusat. Semoga pasar ini benar-benar memberikan manfaat. Pedagang bisa segera berpindah, dan pasar ini menjadi destinasi baru yang mendatangkan wisatawan serta membuat orang betah berada di Banyuwangi,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Bramuda turut mengungkapkan rencana pengembangan konsep pasar yang terinspirasi dari pasar-pasar di Thailand. Konsep tersebut memungkinkan pengunjung tidak hanya membeli bahan kebutuhan, tetapi juga menikmati buah atau produk segar langsung di tempat.
“Selama ini kita membeli buah untuk dibawa pulang. Ke depan, kami ingin ada konsep di mana buah bisa langsung dinikmati di lokasi. Konsep ini sedang dikaji oleh Dinas Koperasi bersama tim,” terangnya.
Bram berharap setelah bangunan pasar rampung dan proses pengundian lokasi stan bagi pedagang selesai, para pedagang dapat kembali menempati blok sesuai tata letak yang telah ditetapkan. Pemkab Banyuwangi juga berkomitmen mendampingi proses pemindahan dari pasar sementara ke pasar baru.
“Semoga setelah serah terima dan pengundian clear, pedagang segera ditempatkan. Kami bersama OPD siap bergotong royong mendukung proses pemindahan agar Pasar Induk Banyuwangi segera beroperasi optimal,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Banyuwangi, MY Bramuda. (*)
| Pewarta | : Syamsul Arifin |
| Editor | : Imadudin Muhammad |








