Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Puncak Arus Mudik Ketapang–Gilimanuk Diprediksi H-7 Lebaran, Penutupan Pelabuhan Saat Nyepi Jadi Pemicu

puncak-arus-mudik-ketapang–gilimanuk-diprediksi-h-7-lebaran,-penutupan-pelabuhan-saat-nyepi-jadi-pemicu
Puncak Arus Mudik Ketapang–Gilimanuk Diprediksi H-7 Lebaran, Penutupan Pelabuhan Saat Nyepi Jadi Pemicu

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Puncak arus mudik Lebaran di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk tahun ini diprediksi terjadi lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Jika biasanya lonjakan pemudik terjadi pada H-3 hingga malam takbiran, tahun ini peningkatan jumlah pemudik diperkirakan sudah mulai terasa sejak H-7 Lebaran.

Perubahan pola arus mudik tersebut berkaitan dengan penutupan operasional Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk yang akan berlangsung pada 18 Maret hingga 20 Maret.

Penutupan ini dilakukan karena bertepatan dengan pelaksanaan Hari Raya Nyepi di Bali.

Kondisi tersebut membuat para pemudik diperkirakan memilih menyeberang lebih awal agar tetap dapat sampai di kampung halaman tepat waktu untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga.

7-13-maret-1769407165.jpeg

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Arief Eko Kurnianjah, mengatakan pihaknya telah memetakan potensi lonjakan penumpang dan kendaraan yang akan terjadi menjelang masa penutupan pelabuhan tersebut.

Menurutnya, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 14 Maret hingga 16 Maret.

“Kita prediksi antara tanggal 14 sampai 16 ini akan ada lonjakan pemudik dari Jawa maupun Bali. Jadi pemudik akan memilih menyeberang sebelum Nyepi,” kata Arief.

Antisipasi Lonjakan Kendaraan dan Penumpang

Untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik yang diperkirakan terjadi sejak H-7 Lebaran, pihak ASDP telah menyiapkan sejumlah langkah strategis.

Salah satunya dengan menjalin koordinasi intensif dengan kepolisian untuk pengaturan arus kendaraan di jalur menuju pelabuhan.

Selain itu, di sektor perairan, ASDP juga berkoordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) serta Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) guna memastikan kelancaran operasional penyeberangan.

Langkah tersebut dilakukan karena pada periode H-7 hingga menjelang Nyepi diperkirakan terjadi lonjakan signifikan baik pada jumlah penumpang maupun kendaraan.


Page 2

  • 624 sepeda motor
  • 462 kendaraan kecil
  • 339 bus
  • 238 truk

Dengan demikian, total kendaraan yang menyeberang dari Ketapang menuju Gilimanuk mencapai 4.663 unit.

Di sisi lain, aktivitas penyeberangan dari Bali menuju Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk juga tercatat cukup tinggi.

Sebanyak 19.663 penumpang tercatat menyeberang menuju Jawa.

Pergerakan kendaraan dari Bali didominasi oleh sepeda motor sebanyak 2.450 unit, diikuti 1.607 kendaraan kecil, 249 bus, serta 2.477 truk.

Secara keseluruhan, jumlah kendaraan yang menyeberang dari Bali menuju Jawa mencapai 6.783 unit.

Pemudik Diimbau Berangkat Lebih Awal

Melihat potensi lonjakan arus mudik yang diperkirakan terjadi lebih awal tahun ini, pihak ASDP mengimbau masyarakat yang akan mudik agar menyeberang lebih awal.

Langkah ini diharapkan dapat menghindari kemacetan panjang maupun antrean kendaraan menjelang masa penutupan pelabuhan.

“Kita mengimbau masyarakat untuk mudik lebih awal, sebelum 18 Maret, untuk menghindari kemacetan dan antrean,” tandas Arief.

Lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk merupakan jalur vital penghubung antara Pulau Jawa dan Bali yang setiap harinya melayani ribuan penumpang serta kendaraan logistik.

Dengan adanya potensi lonjakan arus mudik lebih awal tahun ini, koordinasi antarinstansi dan kesiapan fasilitas di pelabuhan menjadi kunci untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri. (fre/aif)


Page 3

Prediksi Kenaikan Kendaraan dan Penumpang

ASDP memperkirakan jumlah kendaraan yang menyeberang pada arus mudik tahun ini akan mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu.

Diperkirakan terjadi kenaikan kendaraan sekitar 6 persen, sementara jumlah penumpang diprediksi meningkat sekitar 4 persen.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, ASDP telah menyiapkan sejumlah armada kapal, khususnya kapal berkapasitas besar yang akan dioperasikan secara maksimal selama masa puncak arus mudik.

“Salah satu yang kita siapkan adalah ketersediaan kapal-kapal besar. Selama periode puncak arus mudik sejak H-7, semua kapal besar yang ada di lintasan Ketapang–Gilimanuk kita operasikan,” jelas Arief.

Buffer Zone Disiapkan untuk Antrean Kendaraan

Selain menambah armada kapal, ASDP juga melakukan mitigasi untuk mengantisipasi antrean kendaraan yang berpotensi terjadi di area pelabuhan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan buffer zone atau kantong parkir sementara di beberapa titik strategis.

Di antaranya adalah buffer zone Watudodol dan Bulusan yang dapat menampung antrean kendaraan dengan kapasitas bervariasi, mulai dari 75 hingga 200 kendaraan.

Selain dua lokasi tersebut, ASDP juga menyiapkan sejumlah lokasi cadangan tambahan yang jumlahnya lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun demikian, lokasi-lokasi tambahan tersebut bersifat antisipatif dan belum tentu akan digunakan jika kondisi antrean kendaraan masih dapat dikendalikan.

Aktivitas Penyeberangan Mulai Ramai

Sementara itu, aktivitas penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk pada Senin (9/3) mulai menunjukkan peningkatan.

Data di Pelabuhan Ketapang mencatat sebanyak 16.701 penumpang menyeberang menuju Bali.

Adapun kendaraan yang melintas terdiri dari: