Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

ASDP Ketapang Banyuwangi Upgrade Dermaga Jadi Movable Bridge, Siap Tingkatkan Kapasitas Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk – Radar Banyuwangi

asdp-ketapang-banyuwangi-upgrade-dermaga-jadi-movable-bridge,-siap-tingkatkan-kapasitas-penyeberangan-ketapang–gilimanuk-–-radar-banyuwangi
ASDP Ketapang Banyuwangi Upgrade Dermaga Jadi Movable Bridge, Siap Tingkatkan Kapasitas Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk – Radar Banyuwangi

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Banyuwangi, berencana meningkatkan fasilitas dermaga dengan mengubah jembatan ponton menjadi Movable Bridge (MB).

Peningkatan infrastruktur tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk yang menjadi salah satu jalur transportasi tersibuk di Indonesia.

Rencana peningkatan fasilitas tersebut akan dilaksanakan setelah berakhirnya masa angkutan Lebaran 2026.

General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko, memastikan bahwa proyek peningkatan fasilitas dermaga tersebut tidak akan mengganggu operasional angkutan Lebaran yang biasanya mengalami lonjakan penumpang dan kendaraan.

7-13-maret-1769407165.jpeg

Menurutnya, pekerjaan peningkatan jembatan ponton akan dimulai setelah arus mudik dan balik Lebaran selesai.

“Rencananya setelah angkutan Lebaran selesai langsung dikerjakan dan ditargetkan sebelum Natal sudah siap,” ujarnya.

Target Rampung Sebelum Nataru 2026

ASDP menargetkan proyek peningkatan dermaga tersebut dapat selesai sebelum periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Hal ini penting mengingat periode Nataru juga menjadi salah satu momen dengan lonjakan penumpang yang cukup tinggi di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

Dengan demikian, fasilitas baru diharapkan sudah dapat digunakan untuk mendukung kelancaran arus kendaraan dan penumpang pada akhir tahun.

Arief menjelaskan bahwa peningkatan dermaga tersebut merupakan bagian dari upaya ASDP untuk meningkatkan kualitas layanan penyeberangan sekaligus menyesuaikan kapasitas fasilitas dengan kebutuhan operasional yang terus meningkat.

Kapasitas Dermaga Disetarakan dengan Gilimanuk

Selain meningkatkan kapasitas dermaga di Pelabuhan Ketapang, peningkatan juga dilakukan agar fasilitas yang ada di Ketapang dapat setara dengan fasilitas di Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

“Yang dilakukan ini peningkatan jembatan ponton menjadi MB. Di Gilimanuk juga MB-nya ditingkatkan kapasitasnya supaya nanti setara,” kata Arief.

Dengan adanya peningkatan ini, diharapkan proses bongkar muat kendaraan di kedua pelabuhan dapat berjalan lebih cepat dan efisien.

Kendaraan Besar Dominasi Penyeberangan

Arief yang sebelumnya menjabat sebagai Vice President (VP) Pemasaran ASDP Pusat menjelaskan bahwa peningkatan dermaga menjadi Movable Bridge dinilai sangat penting karena sebagian besar kendaraan yang menyeberang melalui lintasan Ketapang–Gilimanuk merupakan kendaraan besar.


Page 2

Data operasional menunjukkan bahwa sekitar 75 persen muatan kapal di lintasan tersebut didominasi kendaraan besar, seperti truk logistik yang membawa berbagai kebutuhan distribusi barang antar pulau.

Keberadaan dermaga MB dengan kapasitas yang lebih besar akan memudahkan proses bongkar muat kendaraan besar di kapal.

Dengan fasilitas yang lebih modern dan kuat, proses keluar-masuk kendaraan besar ke kapal diharapkan dapat berlangsung lebih lancar.

Antisipasi Kebijakan Pembatasan Pelabuhan LCM

Peningkatan kapasitas dermaga juga menjadi langkah antisipatif terhadap kemungkinan kebijakan pengetatan operasional di Pelabuhan LCM.

Saat ini pemerintah sedang mengkaji pembatasan operasional kapal di pelabuhan tersebut. Jika kebijakan tersebut diterapkan, maka kendaraan besar yang sebelumnya dilayani di pelabuhan LCM kemungkinan besar harus dialihkan ke dermaga MB.

“Kalau nantinya ada kebijakan pembatasan kapal di Pelabuhan LCM, kendaraan besar harus bisa masuk melalui dermaga MB. Maka kapasitas MB juga harus disiapkan,” jelasnya.

Kapasitas MB Ditargetkan Mendekati LCM

Dengan adanya peningkatan fasilitas ini, kapasitas dermaga Movable Bridge nantinya diharapkan dapat menampung kendaraan besar dengan kapasitas yang mendekati dermaga kapal LCM.

Hal ini penting agar distribusi logistik yang melalui jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk tetap berjalan lancar tanpa hambatan.

“Artinya secara kapasitas MB nanti bisa setara dengan LCM, sehingga kendaraan besar tetap bisa terlayani dengan baik,” tandas Arief.

Lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk sendiri merupakan jalur vital penghubung antara Pulau Jawa dan Bali. Jalur ini tidak hanya melayani penumpang, tetapi juga menjadi jalur utama distribusi logistik nasional.

Dengan peningkatan fasilitas dermaga menjadi Movable Bridge, diharapkan pelayanan penyeberangan dapat semakin optimal serta mampu mengakomodasi pertumbuhan volume kendaraan yang terus meningkat setiap tahunnya. (fre/aif)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Banyuwangi, berencana meningkatkan fasilitas dermaga dengan mengubah jembatan ponton menjadi Movable Bridge (MB).

Peningkatan infrastruktur tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk yang menjadi salah satu jalur transportasi tersibuk di Indonesia.

Rencana peningkatan fasilitas tersebut akan dilaksanakan setelah berakhirnya masa angkutan Lebaran 2026.

General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko, memastikan bahwa proyek peningkatan fasilitas dermaga tersebut tidak akan mengganggu operasional angkutan Lebaran yang biasanya mengalami lonjakan penumpang dan kendaraan.

7-13-maret-1769407165.jpeg

Menurutnya, pekerjaan peningkatan jembatan ponton akan dimulai setelah arus mudik dan balik Lebaran selesai.

“Rencananya setelah angkutan Lebaran selesai langsung dikerjakan dan ditargetkan sebelum Natal sudah siap,” ujarnya.

Target Rampung Sebelum Nataru 2026

ASDP menargetkan proyek peningkatan dermaga tersebut dapat selesai sebelum periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Hal ini penting mengingat periode Nataru juga menjadi salah satu momen dengan lonjakan penumpang yang cukup tinggi di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

Dengan demikian, fasilitas baru diharapkan sudah dapat digunakan untuk mendukung kelancaran arus kendaraan dan penumpang pada akhir tahun.

Arief menjelaskan bahwa peningkatan dermaga tersebut merupakan bagian dari upaya ASDP untuk meningkatkan kualitas layanan penyeberangan sekaligus menyesuaikan kapasitas fasilitas dengan kebutuhan operasional yang terus meningkat.

Kapasitas Dermaga Disetarakan dengan Gilimanuk

Selain meningkatkan kapasitas dermaga di Pelabuhan Ketapang, peningkatan juga dilakukan agar fasilitas yang ada di Ketapang dapat setara dengan fasilitas di Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

“Yang dilakukan ini peningkatan jembatan ponton menjadi MB. Di Gilimanuk juga MB-nya ditingkatkan kapasitasnya supaya nanti setara,” kata Arief.

Dengan adanya peningkatan ini, diharapkan proses bongkar muat kendaraan di kedua pelabuhan dapat berjalan lebih cepat dan efisien.

Kendaraan Besar Dominasi Penyeberangan

Arief yang sebelumnya menjabat sebagai Vice President (VP) Pemasaran ASDP Pusat menjelaskan bahwa peningkatan dermaga menjadi Movable Bridge dinilai sangat penting karena sebagian besar kendaraan yang menyeberang melalui lintasan Ketapang–Gilimanuk merupakan kendaraan besar.