Berita Terkini Seputar Banyuwangi

Pemilihan Ketua KONI Berlangsung Sengit

BANYUWANGI – Pemilihan ketua KONI Banyuwangi periode 2013-2017 berlangsung alot. Agenda memilih pemegang tongkat komando di tubuh induk semang cabang olahraga itu belum ada titik temu hingga tadi malam (27/9). Tarik ulur seputar pemilihan dan pembahasan tata tertib memakan waktu kegiatan yang digelar di Hotel ikhtiar Surya tersebut.

Muscablub yang dibuka Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko tersebut diikuti perwakilan seluruh cabang olahraga di Banyuwangi. Dari 26 cabang olahraga yang tercatat di KONI, semua hadir. Meski hanya memilih ketua induk semang cabor, prosesi pemilihan di dalamnya berlangsung dalam kondisi tegang. Hingga berita ini ditulis sekitar pukul 20.00 tadi malam, proses pemilihan masih berlangsung.

Alotnya kocok ulang pengurus KONI itu sudah terasa saat pembukaan, pemilihan pimpinan sidang, hingga sesi pembahasan tata tertib. Sejumlah aturan main dalam pemilihan itu mendapat sorotan banyak cabang olahraga. Sorotan paling tajam ditujukan terhadap kepemilikan hak suara peserta muscablub. Dari 26 cabang yang ada, tidak semua memiliki hak suara.

Imbasnya, hanya dua cabang yang berstatus sebagai peninjau dalam agenda tersebut, yakni Perserosi dan Pordasi. Selain itu, pasal mengenai mekanisme pemilihan juga menjadi perbincangan serius. Bahkan, ada usul bahwa calon ketua KONI harus terbebas dari masalah hukum. Namun, hal ini mengundang reaksi peserta lain. “Kalau aturan itu disetujui, maka imbasnya aturan pemilihan ketua KONI lebih ketat daripada caleg,” ujar Joni Subagio, utusan Forki Banyuwangi.

Bahasan alot lain terkait komposisi dukungan cabor kepada calon tertentu. Mekanisme setengah plus satu menjadi syarat yang dibahas paling lama. Meski demikian, muscablub berjalan aman dan terkendali. “Ke depan, KONI memiliki tugas berat. Tuan rumah Porprov menjadi agenda yang membutuhkan kerja keras semua  ihak, termasuk KONI,” ujar Wabup Yusuf Widyatmoko saat membuka acara. (radar)

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE