ngopibareng.id
Aktivitas pelayaran di Selat Bali sempat ditutup pada Rabu, 4 Januari 2026. Penutupan dilakukan menyusul terjadinya cuaca buruk. Selain angin kencang, jarak pandang juga sangat terbatas. Penutupan dilakukan kurang lebih selama satu jam. Penutupan sempat menimbulkan penumpukan kendaraan di area parkir Pelabuhan Ketapang.
Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) BPTD Kelas II Jawa Timur di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Bayu Kusumo Nugroho, mengatakan, penutupan pelayaran dilakukan sekitar pukul 14.45 WIB.
“Situasi dan kondisi pelabuhan Penyeberangan Ketapang terpantau hujan lebat, pelayanan Pelabuhan Ketapang ditutup sementara dikarenakan cuaca buruk, angin kencang dan jarak pandang,” jelasnya.
Data dari BMKG, saat penutupan kondisi di sekitar ASDP Ketapang, Banyuwangi hujan lebat disertai angin kencang. Kecepatan angin tercatat antara 5-10 knot. Sedangkan jarak pandang hanya sekitar 200 meter.
Penutupan lintasan pelayaran Ketapang-Gilimanuk ini memicu penumpukan kendaraan di area parkir Pelabuhan Ketapang. Meski demikian situasi arus kendaraan di luar pelabuhan Penyeberangan Ketapang berjalan lancar.
Baca Juga
Setelah kondisi cuaca membaik dan berangsur normal, pelayaran yang menghubungkan Jawa dengan Bali ini dibuka kembali sekitar satu jam kemudian.
“Karena cuaca sudah mulai normal untuk pelayanan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk dibuka kembali pada pukul 15.45 WIB,” ujarnya.
Begitu dibuka, layanan penyeberangan kembali normal. Penumpukan kendaraan di area parkir pelabuhan berangsur normal.
Like








