Perjuangkan Nasib Muridnya, SMAN 2 Genteng Kirim Tim ke Kemendikbud

0
66

Anggota-Komisi-IV-DPRD-Banyuwangi-disambut-Kepala-Smada-Genteng,-Istu-Handono,-kemarin.

GENTENG – SMAN 2 (Smada) Genteng masih terus memperjuangkan nasib ratusan muridnya yang gagal masuk jalur Seleksi Nasional Masuk  Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Kali ini mereka akan mengirim tim ke Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Selain ke Kemendikbud RI, tim dari Smada Genteng akan menghadap ke Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jatim, dan kembali menemui panitia SNMPTN di Jogjakarta. “Untuk yang kedua  ini, ada dua tim yang kita kirim,” cetus Kepala Smada Genteng, Istu Handono.

Istu membeber dari dua tim itu, satu akan ke Dispendik Provinsi Jawa Timur (Jatim). Sedang satu tim lainnya, kembali ke panitia SNMPTN di Jogja dan lanjut ke Kemendikbud RI di Jakarta. “Saya yang ke Dispendik Jatim di Surabaya,” katanya.

Tim yang menemui panitia SNMPTN di Jogjakarta itu, terang  dia, nanti akan bergabung dengan  tim dari SMAN 3 Semarang untuk bersama-sama menuju Jakarta. Misi dari tim ini, meminta kejelasan  atas nasib yang menimpa siswanya.

Loading...

“Tim Smada Genteng dan tim dari SMAN 3 Semarang bareng-bareng ke Jakarta,” ujarnya. Istu menyampaikan dari perkembangan  dalam kejadian ini tidak  ada yang salah dalam proses input  data nilai. “Tidak ada yang salah dalam proses input data, persoalannya kami hanya mempunyai empat nilai, sehingga kami tidak dipaksa mengisi lima nilai,” ucapnya.

Pengalaman dari kasus ini, pihaknya berharap Direktorat Pembinaan SMA Kemendikbud RI menelaah proses SKS yang selama ini berlaku di Smada Genteng. Dan itu juga diikuti oleh panitia  SNMPTN. “Direktorat mempelajari lagi sistem SKS di SMAN 2 Genteng,”  harapnya.

Sementara itu, sejumlah anggota komisi IV DPRD Banyuwangi mendatangi Smada Genteng. Anggota dewan yang datang itu, Sofiandi,  Ruliyono, Basyir, dan Suparman Edi. Kedatangannya itu, disambut oleh kepala Smada Genteng bersama  para guru.

Wakil ketua komisi IV DPRD, Sofiandi, mengatakan kedatangannya  ke Smada Genteng itu untuk menggali data kronologis adanya ketidakcocokan input data antara  sekolah dan panitia SNMPTN. “Kita untuk follow up data,” ucapnya.

Dari hasil temuan di lapangan itu, terang dia, pihaknya akan memanggil beberapa sekolah yang menerapkan sistem SKS, seperti  SMAN 1 Genteng, SMAN 2 Genteng, dan SMAN 1 Giri. Selain itu, juga memanggil Dispendik Banyuwangi.

“Kami akan membicarakan masalah  ini bersama,” katanya. Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, SMAN 2 Genteng  sedang bersedih. Dalam SNMPTN tahun 2016 ini, dari 385 siswa kelas XII yang ada di sekolah itu, tidak  ada satu pun siswa yang diterima.

Padahal, sekolah yang menerapkan sistem SKS bagi siswanya itu termasuk sekolah dengan akreditasi  A, dan bisa mendaftarkan siswanya melalui SNMPTN sebanyak 75 persen dari jumlah siswanya. “Itu bukan kesalahan dari sekolah,” dalih kepala SMAN 2 Genteng,  Istu Handono.

Istu menyebut siswa yang tidak diterima di SNMPTN itu sebenarnya  bukan hanya sekolahnya saja. Tapi,  di Indonesia itu ada 40 SMA, termasuk SMAN 3 Semarang. “Itu karena ada perbedaan persepsi  antara sekolah saat melakukan pengisian data pada Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS) dengan panitia SNMPTN mengenai kriteria nilai,” katanya. (radar)

loading...