Permintaan Premium Naik Lima Persen

0
464

BANYUWANGI  – Permintaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di Terminal BBM Tanjung Wangi, Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, meningkat lima persen sepekan terakhir. Kenaikan permintaan BBM itu merata untuk seluruh SPBU di Banyuwangi, Jember, Bondowoso, dan Situbondo. BBM jenis lain, seperti solar dan minyak tanah, hingga kemarin (12/3) relatif stabil.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

“Kenaikan sebesar lima persen ini sebenarnya masih belum signifikan. Jadi, masih dalam batas kewajaran,” cetus Pengawas Penerimaan, Penimbunan, dan Penyaluran (PPP) PT. Pertamina (Persero) Terminal BBM Tanjung Wangi, Parwoto.

Menurut Parwoto, permintaan premium dari SPBU mengalami kenaikan sebesar lima persen terjadi dalam sepekan terakhir. Pihaknya tidak tahu apakah naiknya permintaan premium itu ada hubungan dengan rencana pemerintah menaikkan harga BBM atau kah tidak. “Tapi kenaikan permintaan SPBU ini masih wajar, kok,” katanya.

Terang Parwoto, tidak semuapermintaan SPBU itu dilayani. “Kalau ada SPBU yang meminta dikirimi BBM lebih besar dibanding hari-hari biasa, tidak akan kita layani,” cetusnya. Jumlah SPBU di empat kabupaten sebanyak 93 unit. Dari
jumlah sebanyak itu, permintaan setiap hari yang paling kecil 8 kiloliter dan paling tinggi 32 kiloliter. “Kalau permintaan SPBU di atas itu, tentu akan kita curigai,” katanya.

Dengan meyakinkan Parwoto menyebut, stok BBM jenis premium di Terminal BBM Tanjung Wangi aman hingga sembilan hari ke depan. Stok solar aman hingga delapan hari mendatang. “Minyak tanah aman sampai 14 hari ke depan. Pada 14 Maret nanti akan ada pengisian lagi,” jelasnya.

Sementara itu, untuk menghindari terjadinya penimbunan BBM menjelang kenaikan harga, aparat kepolisian akan melakukan pemeriksaan di sejumlah SPBU di Banyuwangi. “Sebab, yang perlu diwaspadai itu di SPBU,” ujar Kabag Ops Polres Banyuwangi, Kompol Sujarwo.

Aparat kepolisian sudah memeriksa sejumlah SPBU dan gudang yang dianggap rawan sebagai tempat penimbunan BBM. Menjelang kenaikan harga BBM, setiap SPBU akan diawasi anggota polisi. “Menjelang naik nanti, setiap SPBU akan diawasi dua anggota,” terangnya. (radar)