sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Senyum bahagia bercampur haru terpancar dari wajah para pengemudi becak lanjut usia di Banyuwangi.
Setelah puluhan tahun mengandalkan tenaga kayuh, kini mereka mendapat bantuan becak listrik yang diharapkan mampu meringankan beban kerja di usia senja.
Dikutip dari banyuwangikab.go.id, sebanyak 200 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto resmi diserahkan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Sabtu (24/1/2026).
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Nanik S Deyang kepada para tukang becak lansia.
Bantuan ini menyasar pengemudi becak yang selama ini menggantungkan hidup dari kayuhan tenaga, meski usia dan kondisi fisik mereka tak lagi muda.
Kehadiran becak listrik pun menjadi harapan baru agar mereka tetap bisa bekerja dengan lebih aman dan manusiawi.
Salah satu penerima bantuan, Misdi (88), warga Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya.
Selama 25 tahun, ia bekerja sebagai pengemudi becak. Setiap pagi, Misdi mengantarkan pesanan sayur dan hasil kebun milik warga.
Setelah itu, ia berkeliling mencari penumpang di wilayah Blimbingsari hingga Rogojampi.
Di usia senjanya, Misdi mengaku fisiknya sudah jauh berkurang. Ia bahkan pernah terserang stroke ringan.
Namun demi bertahan hidup, ia tetap memaksakan diri mengayuh becak semampunya.
“Alhamdulillah sekarang dapat becak listrik dari Bapak Presiden. Ini sangat meringankan. Kalau jalan berat saya pakai listrik, kalau landai saya kayuh sekalian buat melemaskan kaki,” tutur Misdi dengan mata berkaca-kaca.
Kisah serupa disampaikan Mislani (79), pengemudi becak asal Kelurahan Dadapan, Kecamatan Kabat.
Ia telah menarik becak sejak 1964, bahkan sejak masih bujang. Hingga kini, Mislani masih setia mangkal di sekitar Jalan A. Yani, tepatnya di depan Kantor Kecamatan Banyuwangi.
Sumber: banyuwangikab.go.id
Page 2
Mislani mengaku tak pernah membayangkan akan menerima becak listrik. Saat pendataan dilakukan di pangkalan, ia hanya mengikuti proses tanpa menaruh harapan besar.
“Saya senang sekali. Terima kasih Bapak Presiden Prabowo. Dengan becak listrik ini, nariknya jadi enteng, tenaga saya terbantu,” ucapnya penuh rasa syukur.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, bantuan becak listrik ini diharapkan mampu meringankan beban kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pengemudi becak lansia.
“Becak listrik ini adalah bentuk kepedulian kepada para pengemudi becak yang telah lama berjuang menghidupi keluarga. Semoga ini bisa membantu mereka bekerja lebih nyaman dan aman,” ujar Ipuk.
Ke depan, lanjut Ipuk, becak listrik tidak hanya difungsikan sebagai alat transportasi harian, tetapi juga akan dilibatkan dalam sektor pariwisata Banyuwangi.
“Kita ingin becak listrik ini juga menjadi bagian dari layanan wisata. Selain ramah lingkungan, ini juga membuka peluang tambahan pendapatan bagi para pengemudinya,” kata Ipuk.
Selama ini, Pemkab Banyuwangi juga memiliki program setiap Jumat yang mewajibkan ASN menggunakan transportasi umum dan ojek daring saat berangkat dan pulang kerja.
Dengan adanya becak listrik, Ipuk berharap moda transportasi ramah lingkungan ini bisa menjadi salah satu pilihan masyarakat.
“Saya minta bantuan ini dijaga dengan baik, dirawat, dan digunakan dengan penuh bahagia agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” pesannya.
Sementara itu, Wakil Ketua Yayasan GSN Nanik S Deyang menyampaikan bahwa bantuan becak listrik ini merupakan inisiatif pribadi Presiden Prabowo Subianto, yang lahir dari kepedulian dan kecintaannya kepada para pengemudi becak.
Ia menyebut, nilai setiap unit becak listrik mencapai Rp 22 juta. Karena itu, ia menegaskan agar bantuan tersebut tidak diperjualbelikan dan dikelola dengan baik.
“Saya minta Ibu Bupati menyusun regulasinya. Ke depan, saya akan menambah bantuan becak listrik untuk Banyuwangi. Saya juga berharap becak listrik ini menjadi angkutan andalan sekaligus sarana pengentasan kemiskinan di Banyuwangi,” ujar Nanik yang juga dikenal sebagai Presiden Becak Listrik Indonesia.
Usai penyerahan bantuan, Bupati Ipuk bersama Wakil Ketua Yayasan GSN dan jajaran Forkopimda Banyuwangi turut mencoba langsung becak listrik tersebut.
Mereka berkeliling Taman Sritanjung Banyuwangi, merasakan langsung kenyamanan becak listrik yang kini menjadi harapan baru bagi para tukang becak lansia. (*)
Sumber: banyuwangikab.go.id
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Senyum bahagia bercampur haru terpancar dari wajah para pengemudi becak lanjut usia di Banyuwangi.
Setelah puluhan tahun mengandalkan tenaga kayuh, kini mereka mendapat bantuan becak listrik yang diharapkan mampu meringankan beban kerja di usia senja.
Dikutip dari banyuwangikab.go.id, sebanyak 200 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto resmi diserahkan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Sabtu (24/1/2026).
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Nanik S Deyang kepada para tukang becak lansia.
Bantuan ini menyasar pengemudi becak yang selama ini menggantungkan hidup dari kayuhan tenaga, meski usia dan kondisi fisik mereka tak lagi muda.
Kehadiran becak listrik pun menjadi harapan baru agar mereka tetap bisa bekerja dengan lebih aman dan manusiawi.
Salah satu penerima bantuan, Misdi (88), warga Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya.
Selama 25 tahun, ia bekerja sebagai pengemudi becak. Setiap pagi, Misdi mengantarkan pesanan sayur dan hasil kebun milik warga.
Setelah itu, ia berkeliling mencari penumpang di wilayah Blimbingsari hingga Rogojampi.
Di usia senjanya, Misdi mengaku fisiknya sudah jauh berkurang. Ia bahkan pernah terserang stroke ringan.
Namun demi bertahan hidup, ia tetap memaksakan diri mengayuh becak semampunya.
“Alhamdulillah sekarang dapat becak listrik dari Bapak Presiden. Ini sangat meringankan. Kalau jalan berat saya pakai listrik, kalau landai saya kayuh sekalian buat melemaskan kaki,” tutur Misdi dengan mata berkaca-kaca.
Kisah serupa disampaikan Mislani (79), pengemudi becak asal Kelurahan Dadapan, Kecamatan Kabat.
Ia telah menarik becak sejak 1964, bahkan sejak masih bujang. Hingga kini, Mislani masih setia mangkal di sekitar Jalan A. Yani, tepatnya di depan Kantor Kecamatan Banyuwangi.
Sumber: banyuwangikab.go.id







