Prioritaskan Gaji Pemain

0
353

BANYUWANGI  – Kondisi Persewangi menghadapi tiga laga sisa Divisi Utama PSSI kian tidak menentu. Di tengah tuntutan gaji, saat ini  skuad Laskar Blambangan juga dalam kondisi cerai-berai. Tim kebanggaan Larosmania itu saat ini tidak jelas keberadannya. Beberapa pemain lokal maupun asing  sudah tidak berada dalam mes. Bahkan, dari trio pemain asing yang dimiliki Persewangi, hanya Moukelele Ebanga yang masih sering tampak berada di Banyuwangi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dua lainnya, Jin Jun dan Victor da Silva, sudah tidak berada di Kota Gandrung. Tak hanya itu, pelatih kepala Persewangi Yudi Suryata sudah dua bulan ini di Solo. Tentu saja, kondisi itu menjadi pertanyaan besar. Pasalnya, akhir pekan ini Persewangi akan menjalani laga home di Stadion Diponegoro. Adalah Persires Bali Devata yang akan menjadi calon lawan bagi Persewangi.

Tak pelak, kondisi Persewangi saat ini membuat prihatin sejumlah pihak. Di antaranya KONI Banyuwangi yang sempat diundang untuk mendengarkan curahan hati manajemen Laskar Blambangan beberapa waktu lalu. Menyikapi kondisi tersebut, induk cabor di Banyuwangi itu pun meminta agar pengurus Persewangi segera mencarikan solusi. Bendahara KONI Yulis Setyo Puji Rahayu mengatakan, semestinya persoalan Persewangi itu merupakan masalah rumah tangga mereka sendiri.

Namun, sebagai klub profesional kondisi yang dihadapi saat ini memang dirasakan sangat miris. Maka dari itu, mantan wakil sekretaris DPC Partai Golkar Banyuwangi itu meminta agar Persewangi memiliki prioritas dalam menyelesaikan masalah rumah tangganya. Desakan pemain yang meminta gaji merupakan persoalan terbesar yang dihadapi Persewangi saat ini. Yulis menuturkan, ada baiknya manajemen memprioritaskan pelunasan gaji pemain. Ini menjadi penting lantaran dalam draft kontrak tertera kewajiban yang harus dibayar. “Ada baiknya gaji pemain mendapat prioritas untuk dibayar,” katanya.

Soal sumber dana, Yulis menyerahkan sepenuhnya kepada pengurus sebagai pengelola tim. Solusi terbaiknya, tentu pengurus yang lebih tahu. Sebagai pengurus KONI, dia hanya bisa memberikan solusi agar hak pemain bisa dipenuhi lebih dulu. Apalagi, mereka sudah hampir empat bulan tidak gajian. (radar)