Puluhan Orgil dan Gepeng Digaruk

0
320
TERJARING: Para orgil dan gepeng dikumpulkan di kantor Disosnakertran Banyuwangi.

BANYUWANGI – Anggota satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Banyuwangi kembali bersih-bersih kota kemarin pagi. Dalam operasikali ini, petugas penertiban itu berhasil menggaruk 17 orang orang gila (orgil), serta lima gelandangan dan pengemis (gepeng) yang banyak berkeliaran di sekitar kota.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Puluhan orgil dan gepeng yang diangkut ke truk milik Satpol PP itu selanjutnya dikirim ke Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Kabupaten Banyuwangi. “Orgil dan gepeng itu kita garuk di sekitar Kota Banyuwangi,” cetus kepala Satpol PP Banyuwangi, Choirul Ustadi Yudawanto.

Loading...

Menurut Ustadi, razia orgil dan gepeng itu merupakan operasi rutin yang digelar tiap Rabu dan Kamis. Dalam operasi tersebut, bisanya pihaknya juga merazia para siswa yang membolos. “Saat operasi ini dapat 17 orgil dan lima orang gepeng,” katanya. Ustadi mengaku heran dengan banyaknya jumlah orgil dan gepeng yang ada di Banyuwangi. Padahal, terang dia, hampir tiap pekan sekali selalu dilakukan razia. “Saya yakin, orgil dan gepeng ini kiriman dari daerah lain.

Mereka ini sengaja di buang di wilayah Banyuwangi,” ungkapnya. Kepala seksi rehabilitasi sosial Disosnakert ran Banyuwa-ngi, Agus Siswarso, ditemui dikantornya mengatakan, pulu-han orgil dan gepeng itu masih akan didata. “Kalau ada yang punya identitas, akan kita kembalikan pada keluarga-nya,” ujar kemarin. Untuk gepeng yang tidak me-miliki identitas, jelas dia, akan dikirim ke pusat rehabilitasi yang ada di Kabupaten Pasuruan. Sedang para orgil, nantinya akan dikirim ke rumah sakit jiwa (RSJ) Lawang, Malang.

“Semua orgil kita kirim ke Lawang,” ungkap kepala Di-sosnakertran Banyuwangi, Is-kandar Azis. Sebelum dikirim ke Pasuruan dan Lawang, jelas dia, mereka akan diperiksa kesehatannya oleh dokter yang telah ditunjuk. “Kita mengirim ke Pasu-ruan dan Malang itu biasanya pada malam hari,” cetusnya. (radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2