Ramah Lingkungan, Harga Ungguli Batik Sintetis

0
292

Padahal, kebutuhan batik alam cukup besar dan mendapat respons pasar internasional. “Turis Eropa, kalau datang ke Banyuwangi pasti tanya batik alam,” ujar Kadis Perdagangan, Perindustrian, dan Pertambangan Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo. Selain memiliki pasar potensial, harga batik alam lebih mahal daripada batik sintetis. Harga per meter batik sintetis hanya Rp 65 ribu, sedangkan batik alam bisa mencapai Rp 150 ribu.

Bahan baku batik alam di Banyuwangi cukup melimpah dan murah. Hanya saja, bahan baku itu belum termanfaatkan dengan baik. Banyak bahan baku batik alam yang terbuang sia-sia. Untuk memanfaatkan bahan baku yang melimpah, Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Pertambangan (Disprindagtam) merangsang pelaku IKM menggelar pelatihan batik alam. Pelatihan itu mendatangkan tim Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKM) dan IKM batik Galeria Akasia, Jogjakarta.

Dalam pelatihan itu, Dinsprindagtam melibatkan 20 pelaku IKM. Dari 20 peserta itu, 60 persen adalah pelaku industri batik dan 40 persen wajah baru. Kendati berlangsung singkat, tapi pelatihan itu berhasil mendidik mereka untuk membatik menggunakan pewarna alami. Tidak hanya menerima materi, peserta juga langsung mempraktikkan materi pelatihan. Praktik membatik menggunakan pewarna alami itu menghasilkan batik berkualitas. Proses pembuatan batik alam dan batik sintetis tidak jauh berbeda.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Latihan Sea Survival dan SAR Digelar di Selat Bali