Ramah Lingkungan, Harga Ungguli Batik Sintetis

0
335
Loading...

Dalam pelatihan itu, Dinsprindagtam melibatkan 20 pelaku IKM. Dari 20 peserta itu, 60 persen adalah pelaku industri batik dan 40 persen wajah baru. Kendati berlangsung singkat, tapi pelatihan itu berhasil mendidik mereka untuk membatik menggunakan pewarna alami. Tidak hanya menerima materi, peserta juga langsung mempraktikkan materi pelatihan. Praktik membatik menggunakan pewarna alami itu menghasilkan batik berkualitas. Proses pembuatan batik alam dan batik sintetis tidak jauh berbeda.

Yang membedakan hanya bahan baku pewarna saja. Pewarnaan batik sintetis menggunakan bahan kimia, sedangkan batik alam menggunakan buah-buahan dan kulit kayu. Buah-buhan yang digunakan adalah kulit manggis, kulit kayu mahoni, kulit pohon akasia, jambu biji, kulit pohon nangka, daun-daunan warna hijau, kulit pohon, buah duwet, dan kulit pohon jati. Batik menggunakan pewarna alami memiliki beberapa keunggulan.

Beberapa keunggulan itu adalah, batik alam lebih ramah lingkungan karena tidak menggunakan zat kimia. Kualitas batik lebih halus dan lebih lembut dibanding batik sintetis. Proses pembuatan batik alam memang lebih rumit. Proses pencelupan batik sintetis hanya satu kali. Pencelupan batik alam harus lima hingga enam kali. “Satu atau dua kali celupan bisa, tapi kualitas kurang memuaskan,’’ papar Hary Cahyo. Semakin banyak pelaku IKM yang memiliki skill batik alam, Banyuwangi diharapkan menjadi lumbung batik. Pasar batik alam masih terbuka luas dan bahan baku melimpah. “Warna apa pun yang dibutuhkan, bahannya selalu tersedia di Banyuwangi,’’ tambah Kabid Perindustrian, Komang Setiadi. (radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2