Rebutan Banyu, Petani Terlibat Duel Berdarah

0
727

KAIIPURO – Gara-gara rebutan air sawah, dua petani di Desa Pesucen, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, terlibat duel Selasa malam lalu (24/11). Akibat kejadian ini, satu petani yang diketahui bernama Maksum, 61, warga Dusun Padang Baru, Desa Pesucen, Kalipuro, mengalami luka cukup serius di  kaki kanan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Diduga, luka tersebut karena sabetan senjata tajam yang dilakukan petani lain Mohammad Noso yang tak lain adalah tetangganya sendiri. Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin, kejadian itu berawal saat Maksum pergi ke sawahnya sekitar pukul 18.00 untuk memastikan aliran  air dari dam masih mengalir ke sawahnya.

Sebab, Selasa itu adalah giliran sawah milik Maksum yang teraliri air. Nah, setiba di dam kecil dekat areal persawahan itu, Maksum menjumpai N bersama istrinya sedang berada di dam tersebut. Diketahui Maksum, ternyata N yang awalnya menuju ke sawahnya dan dialihkan menuju sawah milik N.

Mengetahui hal itu, Maksum langsung menegur N. Saat ditegur Maksum, bukannya N sadar diri dan meminta maaf,  N malah naik pitam. N tidak terima dan langsung menantang Maksum duel. Mengetahui ini, Maksum tidak melawan.

Dia hanya berdiam diri. Tanpa panjang-lebar N langsung memiting tubuh Maksum dan menceburkan tubuh Maksum ke dalam air dam selama beberapa kali. Tak lama kemudian, Maksum tak sadarkan diri. Sekitar satu jam lamanya akhirnya Maksum yang sudah basah kuyup penuh lumpur itu siuman.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last