Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Rekor Sepanjang Sejarah! Ahok Ungkap Keuntungan Terbesar Pertamina Saat Dirinya Menjabat

rekor-sepanjang-sejarah!-ahok-ungkap-keuntungan-terbesar-pertamina-saat-dirinya-menjabat
Rekor Sepanjang Sejarah! Ahok Ungkap Keuntungan Terbesar Pertamina Saat Dirinya Menjabat

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengungkapkan bahwa PT Pertamina (Persero) mencatatkan keuntungan terbesar sepanjang sejarah perusahaan pada masa dirinya menjabat sebagai Komisaris Utama periode 2019–2024.

Puncak laba tersebut terjadi pada tahun 2023 dengan nilai mencapai USD 4,7 miliar.

Pernyataan itu disampaikan Ahok saat menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan sewa kilang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.

“Di masa kami ini, Pertamina mencapai keuntungan terbesar dari sejarahnya, tiap tahun naik puncaknya di 2023, untuk USD 4,7 miliar, itu bisa kami laporkan,” ujar Ahok di hadapan majelis hakim.

Pengawasan Ketat Dewan Komisaris

Ahok menjelaskan, pencapaian kinerja keuangan tersebut tidak terlepas dari fungsi pengawasan yang dijalankan secara ketat oleh Dewan Komisaris.

Sebagai Komisaris Utama, ia menekankan pentingnya peran komite audit serta pemanfaatan sistem digital untuk memantau kinerja dan tata kelola perusahaan.

Menurut Ahok, sistem pengawasan berbasis digital menjadi instrumen penting untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi di lingkungan Pertamina.

Peran Strategis Anak Muda di Pertamina

Dalam keterangannya, Ahok juga mengapresiasi peran para pejabat muda yang kala itu menduduki posisi strategis di Pertamina.

Ia menyebut mereka sebagai “anak-anak muda” dengan rentang usia 30–40 tahun yang dinilai memiliki kapasitas dan pemahaman kuat terhadap transformasi digital.

Beberapa nama yang disebut antara lain Riva Siahaan, Maya Kusmaya, dan Edward Corne.

Ketiganya dinilai berkontribusi dalam membangun ekosistem digital Pertamina, termasuk pengembangan aplikasi MyPertamina.

Ahok menilai, generasi muda tersebut mampu menerjemahkan arahan Komisaris Utama untuk mendorong modernisasi dan efisiensi perusahaan melalui digitalisasi layanan.

Gagasan Subsidi Voucher Digital yang Belum Terwujud

Ahok juga mengungkapkan adanya gagasan yang belum sempat direalisasikan, yakni penyaluran subsidi energi dalam bentuk voucher digital melalui aplikasi MyPertamina.

“Kalau subsidi tidak dalam bentuk uang tapi voucher digital dan anak-anak muda ini sudah membuat Pertamina yang kartu MyPertamina, itu bisa jadi keuntungan luar biasa,” kata Ahok.


Page 2


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengungkapkan bahwa PT Pertamina (Persero) mencatatkan keuntungan terbesar sepanjang sejarah perusahaan pada masa dirinya menjabat sebagai Komisaris Utama periode 2019–2024.

Puncak laba tersebut terjadi pada tahun 2023 dengan nilai mencapai USD 4,7 miliar.

Pernyataan itu disampaikan Ahok saat menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan sewa kilang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.

“Di masa kami ini, Pertamina mencapai keuntungan terbesar dari sejarahnya, tiap tahun naik puncaknya di 2023, untuk USD 4,7 miliar, itu bisa kami laporkan,” ujar Ahok di hadapan majelis hakim.

Pengawasan Ketat Dewan Komisaris

Ahok menjelaskan, pencapaian kinerja keuangan tersebut tidak terlepas dari fungsi pengawasan yang dijalankan secara ketat oleh Dewan Komisaris.

Sebagai Komisaris Utama, ia menekankan pentingnya peran komite audit serta pemanfaatan sistem digital untuk memantau kinerja dan tata kelola perusahaan.

Menurut Ahok, sistem pengawasan berbasis digital menjadi instrumen penting untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi di lingkungan Pertamina.

Peran Strategis Anak Muda di Pertamina

Dalam keterangannya, Ahok juga mengapresiasi peran para pejabat muda yang kala itu menduduki posisi strategis di Pertamina.

Ia menyebut mereka sebagai “anak-anak muda” dengan rentang usia 30–40 tahun yang dinilai memiliki kapasitas dan pemahaman kuat terhadap transformasi digital.

Beberapa nama yang disebut antara lain Riva Siahaan, Maya Kusmaya, dan Edward Corne.

Ketiganya dinilai berkontribusi dalam membangun ekosistem digital Pertamina, termasuk pengembangan aplikasi MyPertamina.

Ahok menilai, generasi muda tersebut mampu menerjemahkan arahan Komisaris Utama untuk mendorong modernisasi dan efisiensi perusahaan melalui digitalisasi layanan.

Gagasan Subsidi Voucher Digital yang Belum Terwujud

Ahok juga mengungkapkan adanya gagasan yang belum sempat direalisasikan, yakni penyaluran subsidi energi dalam bentuk voucher digital melalui aplikasi MyPertamina.

“Kalau subsidi tidak dalam bentuk uang tapi voucher digital dan anak-anak muda ini sudah membuat Pertamina yang kartu MyPertamina, itu bisa jadi keuntungan luar biasa,” kata Ahok.