Remaja Membawa 4.000 Butir Dextro

0
349
MUDA: Fauzan Husein di ruang Reskoba Polres Banyuwangi kemarin.
MUDA: Fauzan Husein di ruang Reskoba PolresBanyuwangi kemarin.
MUDA: Fauzan Husein di ruang Reskoba Polres Banyuwangi kemarin.

KABAT – Anggota Satuan Reserse Narkotika dan Obat Terlarang (Satnarkoba) Polres Banyuwangi berhasil menggagalkan rencana peredaran dextro kemarin (18/12). Petugas membekuk remaja 19 tahun bernama M. Fauzan Husein, warga Dusun Krajan Barat, Desa Labanasem, Kecamatan Kabat. Dari tangan remaja itu, polisi ber hasil menyita 4.000 butir pil dextro.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Loading...

Selain menyita ribuan pil, petugas juga mengamankan se buah telepon seluler (ponsel) merek Cross, uang tunai Rp 27 ribu, dan dompet warna hitam. “Tersangka belum buka mulut terkait asal dextro,” cetus Kasatnarkoba Polres Banyuwangi AKP Watiyo. Fauzan ditangkap anggota satnarkoba sekitar pukul 18.00. Saat itu, tersangka akan melakukan transaksi dextro dengan Najib alias Kipli yang juga tinggal di Desa Labanasem. Saat transaksi, keduanya janjian bertemu di Masjid Jamik Labanasem. “Fauzan kita tangkap di Masjid Jamik Labanasem,” terangnya.

Saat berada di masjid, jelas dia, tersangka membawa 4.000 bu tir pil dextro. Ribuan butir pil dextro itu oleh polisi disita sebagai barang bukti (BB). “Tersangka masih kita periksa, dan BB kita amankan di polres,” ungkapnya. Ditanya terkait asal ribuan dextro itu, kasat narkoba mengaku belum mengetahui. Sebab, saat diperiksa, tersangka belum mau buka mulut. “Saat di periksa, dia menyebut dextro yang dibawa itu milik Kipli yang dititipkan kepadanya,” cetusnya.

Untuk mengungkap jaringan pengedar obat terlarang itu, Kipli sempat dibawa ke polres untuk dimintai keterangan. Tetapi, pemuda yang mengaku berprofesi sebagai kernet truk itu membantah ribuan dextro itu miliknya. “Saya biasa membeli dextro kepada Fauzan,” ungkapnya. Kipli mengakui selama ini sering mengonsumsi pil dextro. Setiap akan mengonsumsi, dia membeli kepada Fauzan. “Saya biasanya beli Rp 5.000 dapat 20 butir dextro,” terangnya. (radar)