Ritual Tumpeng Songo: Pembuat Makanan Tak Boleh Mencicipi dan Puasa Bicara

0
1529

Para-wanita-di-Dusun-Andong,-Desa-Tamansuruh,-Kecamatan-Glagah,-mempersiapkan-ritual-Tumpeng-Songo.

SEJARAH Dusun Andong berdasar keterangan Sumantri, 52, salah seorang sesepuh di tempat tersebut, bennula saat dua orang bernama Unem dan Nimut yang sedang mencari lokasi permukiman. Saat itu wilayah Andong masih merupakan hutan belantara.

Di sana tumbuh kembang Andong atau bunga andong yang berwama merah memanjang. Melihat lokasi hutan yang dipenuhi bunga, keduanya merasa lokasi tersebut layak ditempati. Sumantri percaya dua orang yang merupakan kakek-buyutnya itu orang sakti, sehingga saat membangun pemukiman tidak ada gangguan makhluk halus maupun binatang liar.

Karena kemudahan tersebut, Buyut Unem dan Buyut Ninut akhirnya membuat ritual Tumpeng Songo. Maknanya mengucapkan rasa syukur karena telah dipermudah dalam membangun permukiman yang berada tepat di tengah hutan.

“Ritual ini sudah berjalan sembilan generasi. Saya generasi kesembilan yang mewarisi budaya ini dari buyut-buyut saya,” ujar Sumantri. Kata  songo atau sembilan memiliki filosofi sembilan lubang manusia. Angka sembilan, menurut pria berambut panjang itu, cukup keramat di kalangan  masyarakat Oseng.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last