Sekdes Bangorejo Didemo

0
257

sekdesDiduga Selingkuh dengan Kakak Ipar


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANGOREJO – Diduga berselingkuh dengan istri kakak kandungnya sendiri, Sekretaris Desa/Kecamatan Bangorejo, SG, didemo puluhan warganya di Kantor Kecamatan Bangorejo kemarin. Puluhan warga mendatangi kantor kecamatan menggunakan tiga pikap dan sepeda motor. Sepanjang perjalanan mereka berorasi dengan pengeras suara yang diangkut salah satu mobil sejak dari kantor Desa Bangorejo.

Karena pintu masuk kantor Camat Bangorejo dijaga ketat polisi, warga langsung berorasi di depan kantor Camat Bangorejo secara bergantian. Mereka meneriakkan tuntutan melalui pengeras suara agar sekdes berinisial SG dipecat sebagai pegawai negeri sipil lantaran dugaan berselingkuh dengan kakak iparnya. Selain itu, warga juga menuntut SG agar menyelesaikan sertifi kat milik beberapa warga yang belum dikerjakan. “Pecat SG dan proses secara hukum,” desak beberapa warga sambil memperlihatkan beberapa foto mesra SG dengan Saritem (nama samaran), kakak iparnya.

Usai menyampaikan tuntutan, ketujuh perwakilan warga dipersilakan masuk ke ruang camat untuk berdialog dengan Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Bangorejo. Begitu dialog tertutup itu selesai, warga langsung mendapatkan jawaban yang disampaikan perwakilan mereka, “Semua sudah diproses sesuai aturan yang berlaku dan urusan sertifikat akan diselesaikan dalam waktu satu bulan,” teriak warga.

Suharyo, kakak kandung SG mengatakan, dirinya punya bukti berupa foto mesra keduanya di sebuah hotel dan beberapa pesan singkat lewat SMS bernada mesra yang didapat di ponsel istrinya, “Saya mencoba diam, tapi SG tidak mau mengerti dan masih menjalin asmara dengan Saritem,” aku Suharyo kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Camat Bangorejo, Ahmad Nuril Falah mengatakan, SG sejak satu bulan lalu sudah tidak jadi sekretaris Desa Bangorejo. Sekarang menjadi staf kecamatan. ”Kita menunggu putusan dari bupati terkait persoalan ini. Semua sudah kita laporkan kepada bupati,” kata Nuril Falah saat ditemui usai berdialog dengan perwakilan warga. (radar) 

Loading...