Sekolah Kota Penuhi Kuota

0
763

Diumumkan di JP-RaBa

BANYUWANGI – Hasil seleksi peserta didik baru (PPDB) akan diumumkan Jumat besok (10/7). Hasil PPDB itu akan diumumkan  secara terbuka dan transparan  melalui website milik Dispendik di pendidikan. banyuwangi.go.id atau banyuwangi.ppdb.kemendikbud.go.id dan di koran Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Hanya sekolah inti yang akan diumumkan  di koran. “Hanya sekolah-sekolah yang  memiliki rombel banyak yang nanti diumumkan di Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa),” ungkapnya Kepala Dispendik Banyuwangi, Sulihtiyono,  melalui Sekretarisnya Dwi Yanto.

Kemarin merupakan hari terakhir penerimaan  siswa baru. Pendaftaran hari terakhir  kemarin terbilang lancar. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi di sejumlah sekolah inti, kuota yang telah ditetapkan  hampir tercapai. Misalnya, SMAN 1 Glagah yang memiliki daya tampung 258 dan terisi penuh dengan skor terendah 881.700 dan tertinggi 948.950.

SMAN 1 GIRI juga  memenuhi kuota yang telah  ditentukan sebanyak 259 siswa. SMPN 1 Banyuwangi yang memiliki daya tampung 230 juga terisi penuh. Kondisi serupa  juga dialami SMPN 1 Giri yang memiliki daya tampung sama dengan SMPN 1 Banyuwangi.

Kantor Dispendik beberapa kali masih didatangi wali murid calon siswa baru. Dwi menyatakan itu merupakan konsekuensi dari kebijakan layanan satu langkah. Calon siswa baru yang berasal dari luar kabupaten bisa mengurusi pendaftaran langsung di  Dispendik.

“Selama ini siswa  dari luar kabupaten jika mendaftar  sekolah baru meminta  rekomendasi  dari Dispendik, kemudian kembali mengurus pendaftaran di sekolah. Itu dianggap merepotkan wali murid. Oleh karena itu, kita ambil kebijakan seperti ini,”  bebernya.

Dispendik juga masih melayani  masyarakat yang konfirmasi  mengenai kesalahan nilai. “Kami menjelaskan apa adanya. Alhamdulillah mereka bisa menyadari,” ujarnya. Masalah salah rumus mengenai penghitungan nilai beberapa hari  kemarin sudah diperbaiki.

Pihak Dispendik memanfaatkan waktu offline dua hari untuk merekonstruksi kesalahan nilai sesuai Peraturan Bupati No 17 tahun 2015. “Alhamdulillah posisi sudah bisa kembali ke skor 1000,” tambahnya. Terkait isu ada pihak yang membobol situs PPDB Dispendik untuk mengacak nilai siswa yang disetor sekolah, Dwi mengaku tidak mau berspekulasi.

“Itu mungkin saja dilakukan, tapi kami selalu berpikiran positif,” ujarnya. Tahun depan jika masih diizinkan menjalin kerja sama dengan Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) pihaknya berharap server bisa ditanam di Banyuwangi, sehingga lebih mudah mengondisikan dengan Dinas Perhubungan dan Komunikasi  dan Informasi (Dishubkominfo) Banyuwangi.

Sementara itu, hari terakhir pendaftaran sekolah sudah  sepi. Seperti yang terlihat di  beberapa SMP di Banyuwangi kemarin. Meski begitu, masih ada beberapa wali murid yang mengantarkan anaknya ke sekolah-sekolah untuk mendaftar.

Pendaftar didominasi calon siswa yang  memilih jalur mandiri.  Kebanyakan pendaftar jalur mandiri adalah beberapa  calon  siswa yang sudah mendaftar di jalur reguler. Namun, dari tiga  sekolah yang mereka pilih pada  jalur reguler, semua tidak menerima.

Oleh karena itu, para pendaftar  yang tidak diterima pada jalur reguler tersebut mencoba peruntungan  di jalur mandiri di sekolah yang mereka inginkan. ”Sekarang (kemarin) sudah sepi pendaftar. Hanya pendaftar  mandiri,” kata Kepala Sekolah SMPN 3 Banyuwangi, Wahyu  Handayani.(radar)