Berita Terkini Seputar Banyuwangi

Sepuluh Korban masih Dirawat

PATAH TANGAN: Sugito menunggu Ponisah di RSUD Blambangan kemarin.
PATAH TANGAN: Sugito menunggu Ponisah di RSUD Blambangan kemarin.
PATAH TANGAN: Sugito menunggu Ponisah di RSUD Blambangan kemarin.

BANYUWANGI – Belum semua korban luka akibat ta brakan dua bus pariwisata di Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, kembali ke daerah asal. Hingga kemarin (1/1), masih ada sepuluh korban yang dirawat di RSUD Blambangan dan RS Yasmin Banyuwangi.

Dari sepuluh korban itu, delapan di antaranya di rawat di RSUD Blambangan, dan dua korban lain di rawat di RS Yasmin Banyuwangi. Korban tabrakan yang masih menjalani perawatan itu sebagian besar mengalami patah tulang kaki dan tangan. Meski demikian, kondisi para pasien tersebut sudah lebih baik daripada kondisi di hari sebelumnya.

Saat tabrakan terjadi Minggu dini hari lalu (30/12), sebanyak 21 korban luka dilarikan ke RSUD Blambangan. Tiga penumpang yang meninggal dunia juga dibawa ke RSUD. Tiga korban lain dirawat di RS Yasmin Banyuwangi. Sebagian pasien yang mengalami luka ringan sudah diizinkan pulang sehari sebelumnya. Berdasar data yang berhasil di kumpulkan Jawa Pos Radar Banyuwangi, lima pasien merupakan penumpang bus Ardiansyah.

Mereka adalah Ponisah, Imam Basori, Suhartini, Suwandi, dan Utiyati. Lima pasien lain adalah pe numpang bus Trans Utama, yakni Anjasmara, Ningrum Permatasari, Ulfa Alfa Rizky, Indri, dan Alit. “Siswa kami masih ada  yang dirawat di rumah sakit,” terang Kepala Sekolah (Kasek) SMA Mino Warga 2 Palembang, Yus Rizal. Menurut Yus Rizal, dari lima pe numpang bus PO Trans Utama yang masih dirawat di rumah sakit itu, tiga orang adalah siswa SMA Mino Warga Palembang.

Tiga siswa itu adalah Ningrum, Ulfa, dan Indri. “Pak Anjasmara itu guru SMA Mino Warga, dan Pak Alit adalah sopir bus PO Trans Utama,” terangnya saat dikonfirmasi melalui ponsel. Yus Rizal menyebut, kini rombongan wisata Mino Warga 2 sudah meluncur pulang dari Bali. Sebelum balik ke Palembang, mereka akan mampir ke Banyuwangi untuk menemui siswa dan guru yang masih dirawat di RS tersebut.

“Rencananya siswa dan guru akan kami terbangkan ke Palembang melalui Bali,” katanya. Sementara itu, hampir semua korban penumpang bus Ardiansyah dirawat di ruang Wong Agung Wilis RSUD Blam bangan. Mereka ratarata mengalami patah tulang kaki. “Kondisinya sudah mulai membaik,” terang Sugito saat me nunggu Ponisah, istrinya yang menjadi korban tabrakan. Sugito mengaku tidak ikut ber ziarah ke tujuh wali di Bali.

Istrinya berangkat bersama rombongan di kampungnya di temani salah satu cucunya. “Cucu saya selamat dan se karang sudah pulang ke Sidoarjo,” jelasnya. Seperti diberitakan se belum nya, dua bus pariwisata mengalami tabrakan di Desa Bengkak sekitar pukul 02.00 Minggu dini hari lalu (30/12). Dalam kecelakaan tersebut, tiga orang tewas dan 21 orang mengalami luka. (radar)

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE