JEMBER, KOMPAS.com – Polres Jember tengah mendalami penyebab pasti kecelakaan beruntun yang melibatkan truk tronton, minibus, dan microbus di Jalur Gumitir, perbatasan Jember-Banyuwangi, Sabtu (3/1/2026) malam.
Polisi menegaskan akan menaikkan status kasus ke tahap penyidikan jika ditemukan unsur kelalaian dari pengemudi truk.
Kanit Laka Lantas Satlantas Polres Jember Ipda Tommy Nur Alamsyah menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan ada atau tidaknya kelalaian Amir Mahmud (36), sopir truk tronton bermuatan triplek dengan nomor polisi L 8186 AG tersebut.
“Jika kita temukan ada kelalaian dalam perkara ini kita akan lanjutkan ke proses penyidikan,” tegas Tommy kepada Kompas.com, Minggu (4/1/2026).
Baca juga: Kecelakaan Beruntun di Jalur Gumitir Jember-Banyuwangi, Libatkan Tronton Muatan Triplek
Dugaan Rem Blong dan Kurang Cek Kendaraan
KOMPAS.com/Satlantas Polres Jember Kondisi Achmad Gofir (41) asal Kelurahan Kebonsari Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember saat dirawat di Klinik Puspa Medika Garahan Silo Jember usai kecelakaan di Jalur Gumitir, Sabtu (3/1/2026).Berdasarkan laporan awal Unit Lakalantas, kecelakaan bermula saat truk tronton yang melaju dari arah Jember menuju Banyuwangi diduga mengalami rem blong.
Saat melintasi Tikungan Mbah Singo di kilometer 37, truk tersebut oleng hingga muatan tripleknya tumpah menimpa minibus Daihatsu Sigra dari arah berlawanan.
Tak berhenti di situ, truk kemudian terguling ke kanan dan menghantam microbus Isuzu Elf yang berada tepat di belakang minibus tersebut. Tommy menyebutkan adanya dugaan pengemudi truk tidak melakukan pengecekan kelaikan kendaraan sebelum memulai perjalanan.
“Pastikan betul kendaraan-kendaraan besar yang akan melintasi Jalur Gumitir agar dicek secara berkala dan dipastikan betul kendaraan sehat dan layak jalan,” pesan Tommy.
Baca juga: Kecelakaan di Gumitir: Sopir Minibus yang Dikira Meninggal Ternyata Selamat
Kondisi Lalu Lintas Kembali Normal
Insiden yang terjadi sekitar pukul 19.30 WIB tersebut sempat membuat jalur nasional ini tersendat total. Material triplek yang berserakan menutupi hampir separuh badan jalan memaksa petugas memberlakukan sistem buka-tutup jalur selama proses evakuasi.
Dini hari tadi, bangkai truk tronton sudah berhasil dievakuasi ke pinggir jalan, meski muatannya masih menunggu kendaraan angkut dari pihak perusahaan untuk dipindahkan dari lokasi kejadian. Saat ini, arus lalu lintas di Jalur Gumitir dilaporkan sudah kembali lancar.
“Alhamdulillah sudah lancar,” tambah Tommy.
Kepolisian kembali mengingatkan para pengguna jalan untuk tetap waspada saat melintasi Jalur Gumitir, khususnya di Tikungan Mbah Singo. Meskipun kondisi jalan sudah diperbaiki beberapa bulan lalu, area ini tetap menjadi titik rawan kecelakaan di wilayah gunung purba tersebut.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang








