Sore Ditanam, Pagi Dicabut

0
391
KOMPAK: Para pemuda mencabut tanaman pohon pisang di jalan Desa Sukomukti, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, kemarin.

BANGOREJO – Aksi protes jalan rusak yang dilakukan warga Dusun Sukomukti, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo Sabtu lalu (17/3), berakhir bahagia. Puluhan warga setempat yang didominasi pemuda menanami pohon pisang di sepanjang jalan yang rusak di kampung tersebut sore itu.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Namun pagi kemarin (18/3), tanaman pohon pisang di tengah jalan rusak sepanjang 500 meter tersebut akhirnya dicabut kembali oleh warga. Mereka melakukan pembersihan kembali pohon pisang di jalanan itu, setelah Muspika Bangorejo menemui para pemuda setempat.

Begitu bertemu warga, Camat Bangorejo Nuril Falah didampingi Kapolsek Bangorejo, AKP Heri Purnomo langsung menjelaskan bahwa jalan tersebut sebenarnya sudah dianggarkan oleh Pemkab melalui APBD 2012 sebesar Rp 2,9 miliar.

Camat Nuril Falah mengakui, realisasi anggaran tersebut saat ini masih menunggu proses lelang. “Karena prosedur anggarannya memang harus melalui tender terlebih dahulu,” katanya. Untuk lebih meyakinkan warga, Camat Nuril akhirnya sepakat mengajak perwakilan para pemuda tersebut untuk menghadap langsung kepada Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Banyuwangi, Mujiono.

“Besok (hari ini, Red) perwakilan mereka kita ajak, agar lebih yakin dan tahu sendiri anggarannya berapa, dan kapan dilaksanakan,” jelasnya. Nuril menuturkan, pihaknya mengaku bisa menyadari aksi protes yang dilakukan warga tersebut. Sebab jalan itu sudah lama belum diperbaiki.

“Pengakuan warga, jalan ini sudah sepuluh tahun belum diperbaiki. Mereka juga belum tahu kalau tahun ini jalan tersebut akan diperbaiki,” bebernya. Sementara itu, perwakilan warga setempat, Nugroho membenarkan jika aksi warga tersebut dilakukan karena sudah sepuluh tahun lebih jalan rusak. Selama ini, warga hanya dijanjikan bahwa jalannya akan diperbaiki, namun tak pernah terealisasi. (radar)