Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Studi Kelayakan Tol Pejagan–Cilacap via Banyumas Berjalan, Sondir Tanah Dilakukan di Lima Titik

studi-kelayakan-tol-pejagan–cilacap-via-banyumas-berjalan,-sondir-tanah-dilakukan-di-lima-titik
Studi Kelayakan Tol Pejagan–Cilacap via Banyumas Berjalan, Sondir Tanah Dilakukan di Lima Titik

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Proses perencanaan pembangunan Jalan Tol Pejagan–Cilacap yang melintasi Kabupaten Banyumas terus menunjukkan perkembangan.

Saat ini, proyek strategis tersebut telah memasuki tahapan studi kelayakan (feasibility study), yang menjadi dasar penting sebelum proyek berlanjut ke fase perizinan dan konstruksi.

Tol Pejagan–Cilacap direncanakan membentang sepanjang 95 kilometer dan menghubungkan empat kabupaten, yakni Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kabupaten Banyumas, dan Kabupaten Cilacap.

Kehadiran ruas tol ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antara wilayah Pantai Utara (Pantura) dan Pantai Selatan (Pansela) Jawa, sekaligus mengurai kepadatan lalu lintas di jalur eksisting.

Jawaban atas Kepadatan Jalur Nasional

Latar belakang rencana pembangunan Tol Pejagan–Cilacap tidak terlepas dari kondisi Jalan Nasional Rute 6 yang selama ini menjadi penghubung utama Pantura–Pansela.

Jalur tersebut dikenal padat, terutama pada jam sibuk, musim libur panjang, serta periode arus mudik dan balik Lebaran.

Keterbatasan jalur alternatif turut memperparah kondisi lalu lintas.

Ketika terjadi perbaikan jalan, kepadatan di persimpangan, kecelakaan lalu lintas, atau lonjakan volume kendaraan, kemacetan panjang kerap tak terhindarkan.

Kondisi inilah yang mendorong pemerintah merancang jalur tol baru sebagai solusi jangka panjang.

Tahap Sondir Tanah Masih Berlangsung

Saat ini, tahapan pengeboran tanah atau sondir tengah dilakukan sebagai bagian dari studi kelayakan.

Proses ini bertujuan untuk memperoleh data kondisi tanah yang akan menjadi dasar perencanaan teknis trase tol, struktur jalan, serta kebutuhan konstruksi lainnya.

Studi kelayakan proyek Tol Pejagan–Cilacap via Kabupaten Banyumas dijadwalkan berlangsung hingga Januari 2026.

Hasil kajian ini akan menentukan kelayakan teknis, ekonomi, serta lingkungan sebelum proyek masuk ke tahap berikutnya.

Lima Titik Sondir di Banyumas

Di wilayah Kabupaten Banyumas, kegiatan sondir dilakukan di lima titik yang tersebar di beberapa kecamatan. Lokasi tersebut meliputi:

Sumber: Instagram @sscpurwokerto


Page 2

  • Desa Pasiraman Kidul, Kecamatan Pekuncen
  • Desa Pandansari, Kecamatan Ajibarang
  • Desa Kracak, Kecamatan Ajibarang
  • Dua titik di Desa Wangon, Kecamatan Wangon

Titik-titik ini dipilih untuk mewakili kondisi geoteknik sepanjang trase tol yang direncanakan melintasi wilayah Banyumas.

Data hasil sondir akan menjadi referensi penting dalam menentukan desain akhir jalan tol.

Dalam dokumen visual yang beredar, trase tol ditandai dengan garis merah, sementara titik biru menunjukkan lokasi pengeboran tanah.

Disebutkan pula bahwa trase masih memungkinkan mengalami sedikit perubahan seiring dengan hasil kajian teknis dan evaluasi lapangan.

Setelah studi kelayakan rampung, proyek Tol Pejagan–Cilacap direncanakan masuk ke sejumlah tahapan lanjutan secara bertahap. Rencana jadwal pengembangan proyek meliputi:

  • Perizinan: 2026
  • Request for Qualification (RFQ) & Request for Proposal (RFP) serta penandatanganan kontrak: 2027
  • Pengadaan tanah dan financial close: 2028
  • Konstruksi secara bertahap: 2028–2034
  • Operasional secara bertahap: 2029–2035

Tahapan panjang tersebut menunjukkan bahwa proyek Tol Pejagan–Cilacap dirancang sebagai proyek jangka menengah hingga panjang, dengan proses perencanaan yang matang sebelum masuk ke tahap pembangunan fisik.

Harapan Dorong Konektivitas dan Ekonomi

Jika terealisasi, Tol Pejagan–Cilacap diyakini akan menjadi tulang punggung baru konektivitas wilayah barat dan selatan Jawa Tengah.

Bagi Kabupaten Banyumas, keberadaan tol ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh, memperlancar arus logistik, serta membuka akses lebih luas ke kawasan industri dan pusat pertumbuhan ekonomi.

Meski masih berada pada tahap pra-konstruksi, progres studi kelayakan yang terus berjalan menjadi sinyal positif bagi kelanjutan proyek ini.

Pemerintah dan masyarakat pun diharapkan dapat bersabar mengikuti setiap tahapan yang dilalui, agar pembangunan Tol Pejagan–Cilacap via Kabupaten Banyumas dapat berjalan lancar hingga tahap konstruksi dan operasional nantinya. (*)

Sumber: Instagram @sscpurwokerto


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Proses perencanaan pembangunan Jalan Tol Pejagan–Cilacap yang melintasi Kabupaten Banyumas terus menunjukkan perkembangan.

Saat ini, proyek strategis tersebut telah memasuki tahapan studi kelayakan (feasibility study), yang menjadi dasar penting sebelum proyek berlanjut ke fase perizinan dan konstruksi.

Tol Pejagan–Cilacap direncanakan membentang sepanjang 95 kilometer dan menghubungkan empat kabupaten, yakni Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kabupaten Banyumas, dan Kabupaten Cilacap.

Kehadiran ruas tol ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antara wilayah Pantai Utara (Pantura) dan Pantai Selatan (Pansela) Jawa, sekaligus mengurai kepadatan lalu lintas di jalur eksisting.

Jawaban atas Kepadatan Jalur Nasional

Latar belakang rencana pembangunan Tol Pejagan–Cilacap tidak terlepas dari kondisi Jalan Nasional Rute 6 yang selama ini menjadi penghubung utama Pantura–Pansela.

Jalur tersebut dikenal padat, terutama pada jam sibuk, musim libur panjang, serta periode arus mudik dan balik Lebaran.

Keterbatasan jalur alternatif turut memperparah kondisi lalu lintas.

Ketika terjadi perbaikan jalan, kepadatan di persimpangan, kecelakaan lalu lintas, atau lonjakan volume kendaraan, kemacetan panjang kerap tak terhindarkan.

Kondisi inilah yang mendorong pemerintah merancang jalur tol baru sebagai solusi jangka panjang.

Tahap Sondir Tanah Masih Berlangsung

Saat ini, tahapan pengeboran tanah atau sondir tengah dilakukan sebagai bagian dari studi kelayakan.

Proses ini bertujuan untuk memperoleh data kondisi tanah yang akan menjadi dasar perencanaan teknis trase tol, struktur jalan, serta kebutuhan konstruksi lainnya.

Studi kelayakan proyek Tol Pejagan–Cilacap via Kabupaten Banyumas dijadwalkan berlangsung hingga Januari 2026.

Hasil kajian ini akan menentukan kelayakan teknis, ekonomi, serta lingkungan sebelum proyek masuk ke tahap berikutnya.

Lima Titik Sondir di Banyumas

Di wilayah Kabupaten Banyumas, kegiatan sondir dilakukan di lima titik yang tersebar di beberapa kecamatan. Lokasi tersebut meliputi:

Sumber: Instagram @sscpurwokerto