Sudah Turun-temurun, Satu RT Ada Sepuluh Pandai Besi

0
2687


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BUANG terlihat sibuk memanggang besi di atas bara api siang itu. Dibantu istri tercintanya, Isnaiyah, pria berusia 47 tahun itu sesekali membolak-balik besi yang akan dipoles menjadi golok. Pada saat bersamaan, Isnaiyah juga sibuk memoles gagang pisau berbahan kayu.

Pasangan suami-istri itu bekerja sama memproses besi menjadi senjata tajam (sajam) tradisional. Buang termasuk salah satu perajin  pandai besi yang masih bertahan hingga kini. Dia  sudah cukup lama menekuni pembuatan sajam tradisional tersebut. Dia sudah menggeluti profesi itu sebelum menikah.

Hingga kemarin Buang tetap menikmati  pekerjaannya itu dengan penuh syukur. Sebab, usaha memproduksi aneka macam  sajam tersebut cukup untuk memenuhi  kebutuhan hidup keluarga.  Dalam kondisi apa pun, dia tidak mau berpindah haluan.  Itu karena pekerjaannya itu telah  berlangsung turun-temurun di kampungnya, Dusun Kendal, Desa Sumberbaru, Kecamatan  Singojuruh.

Kata Buang, dulu di kampungnya hanya ada satu orang pandai besi. Tetapi, saat ini tukang pandai besi semakin banyak. Buang bisa memproduksi aneka macam  sajam tradisional, seperti pisau,  golok, parang dan cangkul. Dia sanggup memproduksi alat-alat tersebut sesuai pesanan.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last