sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Papan penanda bertuliskan “Welcome Pulau Tabuhan” yang selama beberapa waktu terakhir mengalami kerusakan akhirnya kembali berdiri kokoh.
Penanda ikonik tersebut rusak cukup lama akibat terpaan angin kencang, sehingga mengganggu estetika sekaligus kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Pulau Tabuhan.
Rabu (21/1) lalu, sejumlah anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Grand Watudodol (GWD) bergerak melakukan perbaikan secara swadaya.
Sejak pagi hari, mereka bergotong royong memperbaiki frame papan penanda agar bisa kembali difungsikan sebagai spot foto favorit wisatawan.
Beberapa anggota Pokdarwis terlihat menggotong kayu-kayu baru menuju lokasi papan penanda. Frame besar yang sebelumnya rusak diganti dengan material kayu yang lebih kuat.
Proses pemasangan dilakukan secara manual dengan peralatan seadanya, namun penuh semangat kebersamaan.
Ketua Pokdarwis GWD Pulau Tabuhan Abdul Azis mengatakan, kerusakan papan penanda tersebut sempat menjadi keluhan para wisatawan.
Selain mengganggu keindahan kawasan pantai, papan penanda itu juga memiliki nilai ikonik yang kuat sebagai penanda kedatangan wisatawan di Pulau Tabuhan.
“Banyak tamu yang komplain. Spot fotonya sebenarnya masih ada, tapi sudut pengambilan gambarnya sudah tidak pas karena papan welcome rusak,” ujar Azis.
Menurut Azis, papan penanda “Welcome Pulau Tabuhan” merupakan salah satu spot favorit wisatawan untuk berfoto.
Hampir setiap pengunjung, baik wisatawan domestik maupun mancanegara, menyempatkan diri berfoto di lokasi tersebut sebagai penanda pernah berkunjung ke Pulau Tabuhan.
Namun, sejak papan mengalami kerusakan, nilai estetika dan fungsi spot foto tersebut menurun.
Kondisi itu membuat pengalaman wisata menjadi kurang maksimal, terutama bagi wisatawan yang datang untuk pertama kali.
Perbaikan papan penanda ini dilakukan sepenuhnya secara swadaya oleh Pokdarwis GWD.
Page 2
Selain melibatkan anggota Pokdarwis, proses perbaikan juga dibantu oleh sejumlah mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang saat itu sedang berada di kawasan Grand Watudodol.
“Selain karena angin kencang, kerusakan juga disebabkan material kayu lama yang sudah keropos. Kayunya sudah lapuk, jadi kami ganti dengan yang baru,” jelas Azis.
Ia menambahkan, langkah perbaikan ini dilakukan agar wajah Pulau Tabuhan tetap terjaga sebagai destinasi wisata unggulan Banyuwangi.
Menurutnya, menjaga fasilitas kecil seperti papan penanda memiliki dampak besar terhadap kesan wisatawan.
Azis juga menyebutkan bahwa kondisi kunjungan wisata ke Pulau Tabuhan hingga kini masih tergolong ramai.
Wisatawan mancanegara, khususnya dari Tiongkok, masih mendominasi kunjungan harian ke pulau tersebut.
“Wisatawan, terutama turis China, masih banyak datang ke Tabuhan. Setiap hari bisa puluhan orang,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa aktivitas wisata tetap harus menyesuaikan kondisi cuaca.
Saat angin barat bertiup cukup kencang, aktivitas wisata biasanya diarahkan ke sisi selatan Pulau Tabuhan yang relatif lebih aman.
“Secara umum aktivitas wisata masih aman. Hanya saja kalau angin barat sedang kuat, kami arahkan kegiatan ke sisi selatan pulau,” pungkas Azis.
Dengan diperbaikinya papan “Welcome Pulau Tabuhan”, Pokdarwis GWD berharap daya tarik wisata pulau kecil tersebut semakin meningkat dan wisatawan kembali nyaman mengabadikan momen di salah satu ikon Pulau Tabuhan. (fre/aif)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Papan penanda bertuliskan “Welcome Pulau Tabuhan” yang selama beberapa waktu terakhir mengalami kerusakan akhirnya kembali berdiri kokoh.
Penanda ikonik tersebut rusak cukup lama akibat terpaan angin kencang, sehingga mengganggu estetika sekaligus kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Pulau Tabuhan.
Rabu (21/1) lalu, sejumlah anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Grand Watudodol (GWD) bergerak melakukan perbaikan secara swadaya.
Sejak pagi hari, mereka bergotong royong memperbaiki frame papan penanda agar bisa kembali difungsikan sebagai spot foto favorit wisatawan.
Beberapa anggota Pokdarwis terlihat menggotong kayu-kayu baru menuju lokasi papan penanda. Frame besar yang sebelumnya rusak diganti dengan material kayu yang lebih kuat.
Proses pemasangan dilakukan secara manual dengan peralatan seadanya, namun penuh semangat kebersamaan.
Ketua Pokdarwis GWD Pulau Tabuhan Abdul Azis mengatakan, kerusakan papan penanda tersebut sempat menjadi keluhan para wisatawan.
Selain mengganggu keindahan kawasan pantai, papan penanda itu juga memiliki nilai ikonik yang kuat sebagai penanda kedatangan wisatawan di Pulau Tabuhan.
“Banyak tamu yang komplain. Spot fotonya sebenarnya masih ada, tapi sudut pengambilan gambarnya sudah tidak pas karena papan welcome rusak,” ujar Azis.
Menurut Azis, papan penanda “Welcome Pulau Tabuhan” merupakan salah satu spot favorit wisatawan untuk berfoto.
Hampir setiap pengunjung, baik wisatawan domestik maupun mancanegara, menyempatkan diri berfoto di lokasi tersebut sebagai penanda pernah berkunjung ke Pulau Tabuhan.
Namun, sejak papan mengalami kerusakan, nilai estetika dan fungsi spot foto tersebut menurun.
Kondisi itu membuat pengalaman wisata menjadi kurang maksimal, terutama bagi wisatawan yang datang untuk pertama kali.
Perbaikan papan penanda ini dilakukan sepenuhnya secara swadaya oleh Pokdarwis GWD.








