Beranda Sosial Tak Salat, Anas Diikat di Pohon Kelapa

Tak Salat, Anas Diikat di Pohon Kelapa

0
1019
BAPAK-ANAK: Foto kenangan Bupati Abdullah Azwar Anas bersama (alm) KH Musayyidi semasa hidup.
BAPAK-ANAK: Foto kenangan Bupati Abdullah Azwar Anas bersama (alm) KH Musayyidi semasa hidup.

Selain dikenal sebagai sosok kiai yang berani dan memiliki ilmu kekebalan, almarhum KH. Achmad Musayyidi juga dikenal keras dalam menanamkan nilai- nilai agama kepada anaknya.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

-ABDUL AZIZ, Tegalsari-

SETELAH selamat dari maut saat diseret dari mobil dalam gejolak Gerakan 30 September 1965 yang dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI), almarhum Kiai Sayyidi memilih kembali mengajar di kampungnya. Bersama masyarakat setempat, dia mendirikan sebuah masjid di atas tanah wakaf sesepuh kampung setempat yang juga sudah dianggap orang tua angkatnya, yaitu Mbah Joyo Karso.

Peletakan batu pertama masjid yang kini diberi nama Mabadi’ul Ihsan tersebut dilakukan pendiri Pesantren Bustanul Makmur, Kebunrejo, almarhum KH. Djunaidi. Penentuan arah kiblatnya dilakukan pendiri Ponpes Darussalam, Blok- agung, almarhum KH. Muhtar Syafaat Abdul Ghofur. Selain mendirikan masjid, Kiai Sayyidi juga langsung pindah rumah.

Lokasi rumah barunya persis di utara tempat ibadah tersebut. Rumah yang dulu sangat sederhana itu ditempati bersama istri dan sepuluh anaknya sampai yang bersangkutan mengembuskan napas terakhir Kamis malam lalu (2/8). Nah,selama mendiami rumah tersebut, Kiai Sayyidi bukan hanya aktif mengajar para santri kampung, tapi juga bekerja mencari nafkah untuk keluarga layaknya masyarakat kebanyakan.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

error: Uppss.......!