Tampilkan Karya Visualisasi Data HIV/AIDS

0
59

Peserta-pelatihan-open-data-diminta-memberikan-tanggapan-terhadap-konten-dan-tampilan-poster-hasil-karya-masing-masing-kelompok-di-kantor-Pemkab-Banyuwangi-kemarin.

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi berkomitmen mewujudkan reformasi birokrasi yang berorientasi pada keterlibatan publik. Komitmen itu salah satunya  diwujudkan lewat pelatihan open data bidang kesehatan  kerja sama pemerintah daerah dengan Program Transformasi Administrasi-Penguatan Informasi yang dilaksanakan Deutsche  Gesellchaft fur Internationale  Zusammenarbeit (GIZ).

Pelatihan open data yang difasilitasi Open Data Labs (ODL)  Jakarta tersebut berlangsung  selama enam bulan. Peserta pelatihan meliputi unsur satuan  kerja perangkat daerah (SKPD) dan elemen organisasi sosial masyarakat sipil (OMS) yang  tergabung dalam Forum Komunikasi   OMS Banyuwangi.

Loading...

Setelah menjalani pelatihan selama enam bulan, karya masing-masing kelompok peserta dipamerkan di aula Rempeg Jogopati kantor Pemkab Banyuwangi  kemarin (1/6). Pameran sekaligus lokakarya kali ini dibuka Sekretaris Kabupaten  (Sekkab) Slamet Kariyono.

Pada lokakarya dan pamerankali ini ditampilkan empat karya visualisasi data tentang HIV/AIDS di Banyuwangi. Keempat karya yang dipamerkan dan dibahas merupakan hasil karya empat kelompok peserta pelatihan   terdiri atas unsur SKPD dan OMS peduli terhadap pencegahan  HIV/AIDS.

Koordinator GIZ, Doris Christina Becker, Giz merupakan organisasi yang hasil kerja sama  pemerintah Jerman dan Indonesia  untuk mewujudkan reformasi  birokrasi, khususnya  pelayanan publik yang efektif, akuntabel, dan berorientasi  pada keterlibatan masyarakat.

Pelatihan open data tersebut merupakan salah satu bagian  mewujudkan reformasi birokrasi,  khususnya di lingkungan  Pemkab Banyuwangi.  Kegiatan pelatihan kali ini digeber berkat kerja sama pemkab,  GIZ, dan FK-OMS Banyuwangi   untuk meningkatkan pelayanan  publik di bidang kesehatan.

“Termasuk  data yang mengangkut  data terbuka tentang HIV/AIDSdan tingkat kekerasan terhadapanak, serta bagaimana pencegahannya,” ujarnya.Selanjutnya, data yang diperolehmasing-masing peserta tersebut diolah dan divisualisasikan  dalam bentuk poster atau media komunikasi yang lain.

“Harapannya, hal ini bisa diterapkan di bidang-bidang yang lain, misalnya pendidikan,” cetusnya. Anggota FK-OMS Banyuwangi, Farida Hanum, menambahkan pada pelatihan yang berlangsung  selama enam bulan terakhir,  tema yang dipilih sebagai  contoh data terbuka adalah   data Dinkes terkait HIV/AIDS.

“Teman-teman dilatih mencari  data, mengolah data, memilih isu dari data yang didapat dan  selanjutnya divisualisasikan dalam bentuk media komunikasi,” kata dia.  Menurut Hanum, melalui pelatihan open data tersebut diharapkan masyarakat lebih  aware terhadap data serta  mengolah data tersebut sehingga  bisa dimanfaatkan untuk   penunjang advokasi dan perencanaan  program. (radar)

loading...