Tanda Tangan Warga Dipalsu

0
423

tandaPolemik Pembangunan Tower Genteng Kulon


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

GENTENG – Protes warga atas berdirinya tower di Dusun Krajan, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, tampaknya bukan main-main. Warga mendesak agar tower setinggi 72 meter tersebut segera dibongkar. Hal itu berdasar pertemuan warga pada Minggu malam lalu (15/9). Dalam pertemuan itu disepakati bahwa pengelola tower telah melakukan penyalahgunaan.

Tanda tangan warga ternyata juga dipalsu. Warga sekitar mengaku tidak pernah diajak sosialisasi tentang berdirinya tower yang dulu milik PT. Mobile 8 Telecom itu. Tanda tangan palsu itu konon tanda tangan warga saat sosialisasi di balai desa setempat. Tanda tangan itu diteken tahun 2004. Kala itu masyarakat hanya menyetujui tower tersebut setinggi 25 meter. Nyatanya tower tersebut berdiri setinggi 72 meter.

Masyarakat mengetahui tanda tangan itu dipalsu setelah menerima salinan arsip dari kantor desa setempat. Merasa dikibuli, warga menuntut agar tower tersebut dibongkar. ‘’Saya tidak pernah tanda tangan,’’ ujar Ahmad Bazi yang didaulat menjadi juru bicara warga kemarin. Menurut dia, warga belum pernah diajak sosialisasi mengenai tower tersebut. Dia mengakui, warga memang mendapatkan ganti rugi setelah ada sambaran petir yang terjadi pada 2006 lalu.

Loading...

‘’Itu hanya ganti rugi karena televisi banyak yang gosong,” cetusnya. Dia mengungkapkan, masyarakat menghendaki tower tersebut dibongkar. Warga me-warning agar rakitan besi tersebut segera diturunkan 2014 mendatang. ‘’Intinya, kami minta diturunkan tahun depan,” tandasnya. Sepengetahuan dia, tower tersebut berlaku sejak tahun 2004 hingga 2009. Tetapi, hingga tahun 2013 tower itu masih berdiri.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

Baca :
Polresta Banyuwangi Tangkap Pembuat Bom Ikan