Tembok dan Kayu Utuh Sejak 1908

0
371
KOKOH: Kondisi tampak depan rumah tua di Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro.
KOKOH: Kondisi tampak depan rumah tua di Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro.

Perawan tua itu masih menyimpan kenangan indah masa lalu, baik sebelum maupun setelah Indonesia merdeka. Masa ke masa dia lalui, tapi hingga kini ia masih tidak memiliki pendamping hidup alias perawan tua.
-NUR HARIRI, Kalipuro-


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

IALAH Ririn, 60, warga Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, yang menjaga rumah itu. Dia perempuan keturunan Be-landa campuran Minahasa. Sudah Bandara Blimbingsari akan dikelola pihak ketiga Lebih pas pihak kelima, sesuai jumlah sudut sisir belimbing Pendataan honorer K2 sudah final Semoga semua bisa jadi juara bergelar CPNS lama Ririn menjaga rumah kuno itu. Meski terlihat kuno, tapi model rumah itu tidak kuno amat.

Berdasar pengakuannya, Ririn se-benarnya mempunyai banyak sau-dara dan umumnya mereka kaya. Nah, karena itulah mereka semua lupa kepada Ririn. Kini Ririn hanya bisa bercerita kenangan masa lalunya bersama rumah tua yang dia jaga itu. Tidak banyak orang yang tahu bah-wa rumah tak berpenghuni itu di-bangun sekitar 85 tahun silam. Ru-mah itu kini menjadi milik Bungonik, 65, yang konon adik Bung Mahesa.

Kayu yang digunakan membangun rumah tersebut adalah kayu unggul. Adonan temboknya pun pasti berku-alitas tinggi. Sebab, hingga kini tem-bok rumah tersebut masih berdiri kokoh. Namun sayang, rumah itu kini berdiri tanpa penghuni. Ririn hanya menjaga rumah Bungonik warisan kakaknya itu. Setiap pagi, Ririn hampir tidak pernah absen membawa bunga sedap malam ke pemakaman orang-orang yang pernah tinggal di rumah tua tersebut.

Loading...

Hingga kini dia juga masih ingat nama-nama orang yang pernah tinggal di rumah itu. Wartawan koran ini pun merasa diper-lakukan khusus. Sebab, saat berkunjung ke sana, wartawan RaBa diajak berziarah ke pemakaman orang-orang yang pernah tinggal di sana. Ririn menunjukkan makam tertua berangka tahun 1908. Berarti jauh sebelum Indonesia merdeka. Jika dilihat sepintas, Ririn terlihat penya-bar. Dia tidak banyak neko-neko dan men-jalani hidup sehari-hari apa adanya. Na-mun, tidak bisa ditutupi, perawan tua itu pasti kesepian karena sehari-hari dia hidup sendiri.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2