Terpaksa Numpang, Berharap Bertemu Bupati

0
220

Tuntutan terkait gaji dan kontrak pemain Persewangi terus disuarakan skuad Laskar Blambangan. Tidak terkecuali trio pemain asing, yakni Moukulele Ebanga, Jin Jun, dan Victor da Silva. Mereka tetap berharap haknya dipenuhi manajemen. Seperti apa usaha ketiganya?


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

-NIKLAAS ANDRIES, Banyuwangi –

SUNYI dan sepi. Kesan itulah yang tampak di mes Persewangi di Kelurahan Panganjuran, Banyuwangi. Gedung yang merupakan pinjaman Pemkab Banyuwangi itu kini tidak berpenghuni. Sudah hampir tiga bulan lebih bangunan yang pada awalnya merupakan rumah dinas wakil rakyat itu tidak berpenghuni. Sebelumnya, rumah bercat hijau itu selalu ramai dengan aktivitas pemain.

Awalnya tempat ini memang menjadi tempat tidur pemain Persewangi selama mengarungi kom-petisi Divisi Utama PSSI. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, Pengkab PSSI Banyuwangi yang tidak me-miliki kantor tetap juga sempat nebeng beraktivitas di tempat tersebut. Hampir semua pilar Laskar Blambangan, baik pemain lokal maupun trio asing, bisa di temui di tempat tersebut. kini, sebagian besar pemain memang sudah tidak berada di rumah tersebut.

Mereka memilih pulang ke rumah dan daerah asal masing-masing. Rumah itu sepi karena kompetisi Divisi Uta ma PSSI 2011/2012 sudah berakhir. Per sewangi yang tergabung di grup tiga memastikan diri di posisi ke delapan. Dari sembilan kontestan yang berlaga di grup tersebut, Laskar Blambangan finis di posisi ke delapan dengan donasi 19 poin dari 5 kali menang, 4 kali seri, dan 7 kali kalah.

Loading...

Menilik hasil kompetisi, posisi Persewangi di kasta kedua Indonesia Primier League (IPL) tersebut terbilang aman. Artinya, musim depan, harapan mania bola Ba nyuwangi melihat Persewangi tampil di Divisi Utama masih terbuka lebar. Bila merujuk regulasi kompetisi, tim yang men dapat hadiah degradasi adalah Gresik United. Meski dipastikan tetap bertahan di Divisi Utama musim depan, tapi persiapan menyambut musim depan justru nyaris tidak ada. Yang ada adalah suara lantang para pemain Persewangi.

Itu menyusul belum dibayarnya kontrak dan gaji mereka secara penuh. Tiga pemain asing Persewangi pun dengan ge tol terus menuntut hak mereka. Salah sa-tunya, Moukelele Ebanga. Dia merupakan yang paling getol memperjuangkan haknya. Usai kompetisi, pemain asal Prancis itu tetap mencoba bertahan di Banyuwangi. Sejumlah upaya pun dilakukan mantan pilar PSBI Blitar itu agar manajemen membayar hak-haknya.

Selain rutin mengontak manajemen dan mengunjungi kantor Dispora, Moukelele juga sudah beberapa kali mencoba menemui Bupati Abdullah Azwar Anas. Tidak ku rang dari empat kali pemain yang satu ini mencoba menemui orang nomor satu di Pemkab Banyuwangi itu. Namun, hingga kini usahanya tersebut belum membuahkan hasil. Sembari menunggu kepastian haknya di bayar, Moukelele tetap bertahan di Banyuwangi.

Dia hidup dengan cara kos di belakang kantor Pemkab Banyuwangi. Sembari menunggu haknya dibayar manajemen, ragam kegiatan pun dilakoni. Rupanya dia tidak bisa lepas dari lapangan hijau; meski sekadar latihan dan me nularkan ilmu di sejumlah sekolah se pak bola. Lain Moukelele lain pula Jun Jin. Pemain asal Korea Selatan itu memilih bertahan di Surabaya. Tidak adanya biaya pulang ke negeri asalnya membuatnya terpaksa me numpang hidup dengan pemain lain sesama asal Korea.

Beberapa waktu lalu, tipisnya dompet membuatnya sulit me-ngurus izin tinggal di Indonesia. “Tapi, kini dia sudah tinggal sementara di Surabaya,” ujar Alyna Cinderawati, mantan pengurus Persewangi. Nasib serupa juga dialami Victor da Silva. Pemain berdarah Brazil itu juga sangat ngotot agar haknya dibayar manajemen. Beberapa waktu lalu dia pun bertemu para pemain lain di Tulungagung.

Pertemuan itu membahas kelanjutan nasib haknya yang tidak jelas di Persewangi. Selama menunggu haknya dibayar, pe main berpostur tinggi itu memilih me netap di Surabaya bersama keluarga. Upaya lewat jalur hukum pun sempat mencuat dalam pertemuan itu. Namun, mereka masih menunggu timing yang pas dan masih menunggu iktikad baik manajemen Persewangi. (radar)

Loading...

Kata kunci yang digunakan :