sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Aksi pencurian terjadi di lingkungan sekolah dasar di wilayah Kecamatan Tegalsari.
Ruang guru SDN 1 Karangdoro yang berada di Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, dibobol maling pada Rabu dini hari (4/3).
Akibat kejadian tersebut, satu unit laptop milik sekolah yang ditaksir bernilai lebih dari Rp 4 juta raib digondol pelaku.
Pelaku diduga masuk ke dalam ruangan dengan cara merusak gembok pintu kantor guru. Setelah berhasil masuk, pelaku kemudian mengacak-acak isi ruangan dan membawa kabur satu unit komputer jinjing yang sebelumnya diletakkan di atas meja.
Peristiwa pencurian tersebut pertama kali diketahui oleh salah satu guru, Fahrur Rozi, 25. Saat itu ia datang ke sekolah sekitar pukul 06.30 untuk memulai aktivitas belajar mengajar seperti biasa.
Namun setibanya di sekolah, ia mendapati kondisi pintu ruang guru dalam keadaan mencurigakan. Gembok yang terpasang di pintu terlihat rusak.
Merasa ada yang tidak beres, Rozi kemudian membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan untuk memeriksa kondisi di dalam.
Kapolsek Tegalsari, AKP Lita Kurniawan, menjelaskan bahwa saksi sempat terkejut saat mengetahui kondisi ruangan sudah berantakan.
“Saat saksi masuk, ruangan dalam keadaan gelap. Ia kemudian menyalakan lampu dan mengecek barang-barang kantor,” ujar Lita saat dikonfirmasi, Kamis (5/3).
Setelah melakukan pengecekan, Rozi menyadari bahwa satu unit laptop yang biasanya berada di atas meja sudah tidak ada di tempatnya.
Laptop tersebut diduga kuat dibawa kabur oleh pelaku saat melakukan aksi pencurian.
“Ia kemudian menghubungi rekan-rekan guru lain dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian,” kata Lita.
Mendapat laporan tersebut, anggota Polsek Tegalsari langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Page 2
Polisi juga memeriksa kondisi pintu ruangan yang diduga menjadi akses masuk pelaku.
“Anggota kami langsung datang untuk melakukan olah TKP. Dari informasi awal memang ditemukan kerusakan pada pintu ruang guru,” jelasnya.
Selain memeriksa kondisi lokasi, petugas juga mulai mengumpulkan berbagai kemungkinan petunjuk yang dapat mengarah pada identitas pelaku.
Polisi juga melakukan pendataan terhadap barang yang hilang serta meminta keterangan dari pihak sekolah.
AKP Lita menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan proses penyelidikan untuk mengungkap pelaku pencurian tersebut.
“Kami masih melakukan proses lidik. Pihak korban sudah kami mintai keterangan. Saat ini kami juga mengumpulkan petunjuk lain, seperti kemungkinan adanya rekaman CCTV di sekitar lokasi,” ujarnya.
Pihak kepolisian berharap adanya informasi tambahan dari masyarakat sekitar yang mungkin mengetahui aktivitas mencurigakan di sekitar sekolah pada malam hingga dini hari sebelum kejadian.
Kasus pencurian di lingkungan sekolah ini menjadi perhatian tersendiri, mengingat fasilitas pendidikan merupakan aset penting yang digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Polisi pun mengimbau pihak sekolah maupun masyarakat sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat sistem keamanan, terutama pada malam hari, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Sementara itu, pihak sekolah berharap pelaku dapat segera ditangkap dan barang yang hilang dapat ditemukan kembali agar kegiatan administrasi dan pembelajaran tidak terganggu. (sas/sgt)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Aksi pencurian terjadi di lingkungan sekolah dasar di wilayah Kecamatan Tegalsari.
Ruang guru SDN 1 Karangdoro yang berada di Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, dibobol maling pada Rabu dini hari (4/3).
Akibat kejadian tersebut, satu unit laptop milik sekolah yang ditaksir bernilai lebih dari Rp 4 juta raib digondol pelaku.
Pelaku diduga masuk ke dalam ruangan dengan cara merusak gembok pintu kantor guru. Setelah berhasil masuk, pelaku kemudian mengacak-acak isi ruangan dan membawa kabur satu unit komputer jinjing yang sebelumnya diletakkan di atas meja.
Peristiwa pencurian tersebut pertama kali diketahui oleh salah satu guru, Fahrur Rozi, 25. Saat itu ia datang ke sekolah sekitar pukul 06.30 untuk memulai aktivitas belajar mengajar seperti biasa.
Namun setibanya di sekolah, ia mendapati kondisi pintu ruang guru dalam keadaan mencurigakan. Gembok yang terpasang di pintu terlihat rusak.
Merasa ada yang tidak beres, Rozi kemudian membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan untuk memeriksa kondisi di dalam.
Kapolsek Tegalsari, AKP Lita Kurniawan, menjelaskan bahwa saksi sempat terkejut saat mengetahui kondisi ruangan sudah berantakan.
“Saat saksi masuk, ruangan dalam keadaan gelap. Ia kemudian menyalakan lampu dan mengecek barang-barang kantor,” ujar Lita saat dikonfirmasi, Kamis (5/3).
Setelah melakukan pengecekan, Rozi menyadari bahwa satu unit laptop yang biasanya berada di atas meja sudah tidak ada di tempatnya.
Laptop tersebut diduga kuat dibawa kabur oleh pelaku saat melakukan aksi pencurian.
“Ia kemudian menghubungi rekan-rekan guru lain dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian,” kata Lita.
Mendapat laporan tersebut, anggota Polsek Tegalsari langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).







