Tetap Hasilkan Omzet Dalam Kondisi Wabah Covid-19

0
329

Oleh : Hilda Islami Ahza, IG : https://www.instagram.com/ikihilda/

Dunia kini tengah dihadapkan oleh pandemi terbesar setelah adanya Virus H1n1 dan Virus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), di akhir tahun 2019 hingga permulaan tahun 2020 ini kita ketahui bersama pandemi terbesar itu dikenal dengan sebutan Corona Virus.

Bahkan WHO (Wealth Health Organization) menetapkan bahwa pandemik global ini harus diselesaikan bersama-sama karena sudah meluas di seluruh dunia. Penyebaran wabah Covid-19 tidak memandang bulu kepada siapa saja, dunia kesehatan terguncang dengan adanya wabah tersebut, tak terkecuali dalam dunia bisnis.

Banyak pengusaha yang mengeluhkan kondisi bisnis lantaran hadirnya covid-19 yang menyerang. Pandemi wabah covid-19 sudah lebih dulu menyerang perekonomian dunia terutama di Indonesia yang saat ini menduduki peringkat 5 besar negara pencetak perusahaan start up di dunia.

Adanya pandemi covid-19 ini memperlambat laju pertembuhan perusahaan start-up di Indonesia, hal tersebut dikarenakan perekonomian Indonesia yang sedikit tersendat sehingga membuat perusahaan start-up di Indonesia tersendat/ tidak lancar.

Lantaran salah satunya para Investor bisnis start-up ragu untuk menyutikkan dananya kepada perusahaan start-up yang dinilai omzet dan hasil jualannnya menurun pada kuartal satu tahun ini.

Banyak pengusaha start-up yang mengalami penurunan omset usahanya dikarenakan perubahan perilaku konsumen terhadap wabah covid-19.

Sejumlah pelaku bisnis UMKM ini sedang mengalami penurunan dalam bisnisnya, namun untuk menunjang kehidupan kita membutuhkan nilai tukar berupa uang yang saat ini sedang kita gunakan.

Untuk membantu itu semua, sebagai seorang pengusaha harus menjaga usahanya agar tetap berjalan dan menghasilkan keuntungan.

1. Cek Cashflow Perusahaan

Arus kas merupakan komponen yang sangat diperlukan dalam sebuah usaha, untuk melihat usaha baik atau tidaknya bisa di lihat di pencatatan keuangan. Oleh karena itu menjaga arus kas supaya tetap seimbang sangatlah penting.

Lantaran masalah keuangan yang sangat sensitif dan inti. Contoh saja, pada saat ini pelaku bisnis sangat rentan dengan melakukan pembayaran secara langsung (dengan memberikan uang dari satu tangan ke tangan yang lain) hal ini dikhawatirkan menimbulkan resiko menyebarnya Covid-19.

Namun pelaku usaha memiliki pilihan lain yaitu menggunakan aplikasi modern yang di sediakan, misal internet banking, Ovo, Gopay dll. Untuk mendukung pembuatan jurnal arus kas perusahaan/ usaha bisnis bisa menggunakan beberapa aplikasi berikut: Jurnal Pay, software akuntansi jurnal online.

2. Pangkas Biaya Yang Tidak Perlu/Terlalu Besar Jumlahnya

Rencana anggaran dalam bisnis adalah rencana yang disusun untuk mengorganisir bisnis sesuai dengan budget yang kita miliki/ sesuai dengan penerimaan yang di dapatkan.

Perencanaan anggaran terbilang sangat pokok untuk mengetahui seberapa banyak pengeluaran yang di butuhkan selama satu periode misalnya. Hal ini mampu meminimalisisr terjadinya kekurangan modal atau kekurangan anggaran.

Di tengah pandemi wabah covid-19 ini banyak pelaku usaha UMKM yang mengalami penurunan pendapatan, sehingga beberapa pelaku usaha UMKM terebut memilih untuk menutup usahanya lalu membuka kembali setelah pandemi covid-19 ini berakhir.

Di situasi yang sedang terpuruk saat ini , pelaku bisnis harus sangat jeli terhadap kondisi yang di alaminya, misal: penumpukan bahan baku yang tidak perlu bisa di pangkas, sehingga uangnya bisa dialihkan ke proses-proses yang lainnya.

3. Memperhatikan Kondisi Stock Barang

Kondisi barang yang saat ini tersimpan di gudang menjadi stock barang-barang yang kurang laku, karena usaha yang di jalani, bukanlah menjual barang-barang yang bersinggungan dengan virus ini, misal masker, APD/ alat pelindng diri bagi dokter dan handsanitizer.

Bila barang-barang ini yang di jual akan lebih cepat habisnya.Untuk kondisi bahan baku yang mudah busuk dalam waktu dekat, solusinya adalah di sedekahkan untuk orang yang membutuhkan, karena pada saat ini terjadi dampak PSBB (Pembatasan Sosial berskala besar) tersebut semakin kentara.

Contohnya saja, di alihkannya pekerja yang biasannya bekerja di kantor, saat ini sudah bisa dikerjakan di dalam rumah.

Dari beberapa poin di atas semoga dapat di berlakukan pada pelaku UMKM untuk dapat menjaga usaha agar tetap berjalan.

*Seluruh isi adalah tanggung jawab pengirim